Anggota Komisi I DPR RI Dorong TNI Dekat dengan Rakyat Melalui Program Ketahanan Pangan

Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk semakin dekat dengan rakyat, salah satunya lewat program ketahanan pangan, demi memperkuat sinergi dan mendukung ketahanan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Anggota Komisi I DPR RI Dorong TNI Dekat dengan Rakyat Melalui Program Ketahanan Pangan
Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk semakin dekat dengan rakyat, salah satunya lewat program ketahanan pangan, demi memperkuat sinergi dan mendukung ketahanan nasional. (AntaraNews)

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan pentingnya kedekatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat. Dorongan ini diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya adalah inisiatif ketahanan pangan yang melibatkan partisipasi aktif rakyat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara militer dan warga sipil di berbagai daerah.

Dalam kunjungan kerjanya ke Batalion Infanteri (Yonif) 132/Bima Sakti di Kampar, Riau, pada Senin, 7 April, Syahrul Aidi secara langsung meninjau berbagai program yang telah berjalan. Ia menyatakan apresiasinya terhadap upaya Yonif 132/Bima Sakti dalam memberdayakan aset batalion untuk mendukung program ketahanan pangan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen TNI dalam berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Syahrul Aidi meyakini bahwa masyarakat akan menyambut antusias program ketahanan pangan yang digagas bersama TNI. Sinergi ini tidak hanya terbatas pada internal militer, tetapi juga melibatkan kolaborasi erat dengan komunitas setempat. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan serta mempererat hubungan emosional antara prajurit dan rakyat.

Program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Yonif 132/Bima Sakti mencakup berbagai sektor produktif. Syahrul Aidi Maazat menyaksikan langsung budidaya perikanan, peternakan, hortikultura, hingga palawija yang dikembangkan di lingkungan batalion. Keberagaman program ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan masyarakat luas.

Anggota Komisi I tersebut juga memberikan masukan berharga berdasarkan pengalaman dan aspirasi yang ia serap dari masyarakat. Dialog konstruktif ini bertujuan untuk menyempurnakan program agar lebih relevan dan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan warga. Keterlibatan aktif prajurit dalam sektor pangan diharapkan menjadi contoh nyata kedekatan TNI dengan rakyat.

Melalui program ketahanan pangan, TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga turut serta dalam pembangunan ekonomi lokal. Pendekatan ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan kemandirian pangan. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut.

Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, Syahrul Aidi Maazat juga berdialog dengan Komandan Yonif 132/Bima Sakti, Letnan Kolonel Infanteri Diyan Mantofani. Diskusi membahas kondisi kekinian batalion, fungsi keinfanterian, serta peran TNI dalam menyukseskan program pemerintah di tengah masyarakat. Kedekatan TNI dengan masyarakat menjadi poin penting dalam dialog ini.

Letkol Diyan Mantofani memaparkan bahwa Yonif 132/Bima Sakti idealnya membutuhkan 700 personel untuk menjalankan tugas secara optimal. Jumlah tersebut terdiri dari 30 perwira, 121 bintara, dan 549 tamtama. Namun, saat ini batalion hanya memiliki 464 personel, meliputi 16 perwira, 60 bintara, dan 388 tamtama.

Kondisi ini menunjukkan adanya kekurangan sebanyak 235 personel, dengan rincian 14 perwira, 61 bintara, dan 161 tamtama yang masih dibutuhkan. Letkol Diyan berharap adanya penambahan personel dalam waktu dekat. Penambahan ini krusial untuk memastikan kesiapan operasional dan efektivitas batalion dalam menjaga keamanan serta mendukung program sosial.

Letkol Diyan Mantofani menyampaikan harapannya agar Komisi I DPR RI dapat memberikan dukungan penuh terhadap penambahan personel. Dukungan ini sangat penting untuk memperkuat pertahanan keamanan negara dan memastikan keberadaan TNI memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Kesiapan personel adalah fondasi utama bagi setiap unit militer.

Ia juga mengapresiasi kunjungan Syahrul Aidi yang dianggap sebagai bentuk "jemput bola" dari Komisi I DPR RI. Kunjungan ini menunjukkan kepedulian anggota dewan terhadap kondisi riil di lapangan. Dialog langsung memungkinkan Komisi I memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh prajurit TNI.

Dukungan dari Komisi I diharapkan dapat memastikan bahwa Yonif 132/Bima Sakti dapat menjalankan fungsi yang diperintahkan oleh negara secara maksimal. Peran anggota dewan dalam mengawal anggaran dan kebijakan pertahanan menjadi krusial. Ini demi terwujudnya TNI yang profesional, modern, dan selalu dekat dengan rakyat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi