Jurnalis Liputan 6 SCTV Ikut Dalam Misi Menembus Blokade Gaza
Menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan koalisi 44 negara untuk memberi bantuan dan dukungan kepada masyarakat Gaza.
Liputan 6 SCTV kembali memberangkatkan jurnalis menuju Gaza yang kini sedang dalam penguasaan pasukan Israel. Jurnalis Liputan 6 SCTV, Harfin Naqsyabandy, akan menjadi bagian dalam gerakan Global Sumud Flotilla, di mana puluhan kapal dari 44 negara berupaya menembus blokade untuk mengirimkan bantuan kepada warga Gaza.
Harfin berangkat dari Jakarta, 29 Agustus 2025, bersama perwakilan Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy.
Pemimpin Redaksi SCTV-lndosiar Retno Pinasti mengatakan keikusertaan jurnalis Liputan 6 SCTV dalam misi ini merupakan wujud konsistensi dalam memberitakan dukungan masyarakat Indonesia bagi warga Gaza. Liputan 6 SCTV sebelumnya sudah dua kali mengirim jurnalis ke Gaza, yakni pada Desember 2023 dan Maret 2024.
"Melalui wartawan kami, Harfin Naqsyabandi, kami berupaya untuk menginfomasikan langkah demi langkah misi kemanusiaan ini menembus blokade Israel untuk menyampaikan amanah masyarakat Indonesia, bantuan bagi warga Gaza," tegas Retno.
Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) terdiri dari para aktivis, NGO, dan sejumlah tokoh dari Indonesia. Bersama IGPC, Harfin terlebih dahulu akan singgah di Tunisia
Selama sekitar empat hari, tim akan mengikuti pelatihan menjalankan misi menggunakan kapal. Setelah itu, pada 5 September 2025, tim akan bergabung bersama rombongan Global Sumud Flotilla yang sudah berada di Laut Mediterania untuk kemudian menempuh perjalanan laut menuju Gaza. Bantuan yang akan dibawa berupa makanan, obat-obatan, dan logistik menggunakan kapal-kapal kecil.
Perjalanan laut sengaja dipilih untuk sekaligus memberikan pesan bahwa blokade pasukan Israel atas Gaza harus dihentikan. Sejauh ini, Israel masih menutup akses Gaza dari dunia luar dengan blokade di jalur darat, laut, dan udara. Akibatnya, bantuan untuk warga Gaza seringkali tertunda atau dibatasi.
Perjalanan ini merupakan bagian dari gerakan kemanusian internasional yang digagas para aktivis kemanusiaan melalui Global Sumud Flotilla. Kapal-kapal dari 44 negara akan berkumpul dan konvoi di Laut Mediterania setelah diberangkatkan dari Tunisia dan Barcelona.