Jelang 100 Hari Kerja, Prabowo Raih Kepuasan Publik 79,3 Persen
Hasil tersebut merupakan akumulatif dari responden yang merasa sangat puas dan cukup puas dengan kinerja Prabowo.
Indikator Politik Indonesia (IPI) melakukan survei terkait kepuasan publik jelang 100 hari kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, responden puas terhadap kinerja Prabowo sebesar 79,3 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil tersebut merupakan kumulatif dari responden yang merasa sangat puas dan cukup puas dengan kinerja Prabowo.
Responden yang merasa sangat puas sebesar 13,5 persen, cukup puas yaitu 65,8 persen. Sedangkan, untuk mereka yang menyatakan kurang puas 16,3 persen dan 0,6 persen responden tidak puas sama sekali.
"Jadi ini pertanyaan yang biasa dipakai lembaga-lembaga internasional untuk mengukur kinerja approval rating. Kalau kita tanya dengan pengukuran yang sama tetapi dengan objek berbeda karena kita punya Presiden baru sejak November 2024," kata Burhanuddin dalam paparannya secara daring, Senin (27/1).
"Itu approval Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan puas 13,5 persen, yang menyatakan cukup puas 65,8 persen. Jadi total ada 79,3 persen," sambungnya.
Burhanuddin menjelaskan, responden yang puas menganggap Prabowo sebagai presiden yang tegas, berwibawa, berani, dan bijaksana. Mereka juga menganggap kinerja pemberantasan korupsi berjalan baik.
Lebih Baik dari Awal Pemerintahan Jokowi
Menurut Burhanuddin, angka tersebut sebagai modal politik besar untuk Ketua Umum Partai Gerindra. Bahkan, angka kepuasan publik itu juga lebih baik dari awal Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2014 silam.
"Jadi ini modal politik besar buat Presiden Prabowo Subianto, mengindikasikan bulan madu politik dengan publik belum berakhir. Ini agak berbeda dengan misal kalau kita bandingkan dengan masa Pemerintahan Jokowi ya awal periode pertama yaitu Oktober 2014 Januari 2015," paparnya.
"Waktu itu kita lakukan survei, Januari 2015, 100 hari setelah Jokowi dilantik sebagai Presiden periode pertama, approval rating terdampak oleh kebijakan yang tidak populer yaitu menaikkan harga bibit," imbuhnya.
Burhanuddin menyebut, ada juga responden yang tidak puas dengan kinerja Prabowo Subianto. Totalnya, sebesar 16,9 persen. Alasan responden tidak puas atas kinerja Prabowo antara lain belum melihat hasil kinerja dan program kerja belum terealisasi dengan baik.
Sebagai informasi, Pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya pada 28 Januari 2025.
Metodologi Survei
Diketahui, survei digelar pada 16 hingga 21 Januari dengan melibatkan 1.220 orang responden yang dipilih dengan simple random sampling dari seluruh provinsi di Indonesia.
Metode wawancara survei dilakukan dengan tatap mukaPopulasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Survei Nasional yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1220 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95 persen.