Jatim Raih Be Award 2025, Khofifah Tegaskan Jawa Timur Pionir Teknologi Informasi
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jawa Timur sebagai **Jatim Pionir Teknologi Informasi** setelah meraih Be Award 2025 dari BSSN berkat pemanfaatan tanda tangan elektronik masif. Simak komitmen Jatim dalam transformasi digital!
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan bangga menyatakan bahwa provinsi yang dipimpinnya kini menjadi pionir dalam penerapan teknologi informasi di Indonesia. Pernyataan ini menyusul keberhasilan Jatim meraih penghargaan bergengsi Be Award 2025 dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI. Prestasi ini diraih berkat pemanfaatan tanda tangan elektronik yang paling masif di lingkungan pemerintahan daerah.
Penghargaan tersebut secara langsung menegaskan komitmen kuat Jawa Timur dalam mengimplementasikan transformasi digital. Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan akuntabel. Selain itu, upaya ini juga memastikan pelayanan publik dapat berjalan dengan cepat, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.
Khofifah mengungkapkan apresiasinya di Surabaya pada hari Sabtu, menekankan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata dari dedikasi Jatim terhadap inovasi digital. Penyerahan penghargaan sendiri berlangsung di Gedung Langen Sasano Budoyo TMII, Jakarta, pada Kamis (20/11) malam, yang diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur.
Komitmen Jawa Timur dalam Transformasi Digital dan Penghargaan BSSN
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menggarisbawahi bahwa raihan Be Award 2025 ini bukan sekadar pengakuan, melainkan juga penegasan posisi Jawa Timur sebagai Jatim Pionir Teknologi Informasi. Penghargaan ini diberikan oleh BSSN RI atas pemanfaatan tanda tangan elektronik yang dinilai paling masif di antara seluruh instansi pemerintah daerah. Komitmen ini selaras dengan visi pemerintah untuk menciptakan birokrasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
“Penghargaan yang berhasil diraih menegaskan komitmen Jatim dalam transformasi digital menuju tata kelola pemerintahan modern, efisien dan akuntabel, sekaligus memastikan pelayanan publik yang cepat, aman, dan terpercaya,” ujar Khofifah di Surabaya. Pernyataan ini menunjukkan fokus Jatim pada peningkatan kualitas layanan publik melalui adopsi teknologi.
Khofifah menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus mengoptimalkan penggunaan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik. Fokus utama adalah di lingkungan pemerintah provinsi, universitas, dan badan usaha milik daerah (BUMD). Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan efektivitas implementasi teknologi informasi di berbagai sektor.
“Mari kita terus mendukung tata kelola pemerintahan digital kita yang terpercaya melalui pemanfaatan layanan sertifikasi elektronik,” katanya, mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam ekosistem digital yang aman dan terpercaya.
Peran Strategis Sertifikat Elektronik dalam Keamanan Siber
Dalam konteks keamanan siber yang semakin kompleks, sertifikat elektronik memegang peranan yang sangat strategis. Khofifah menjelaskan bahwa teknologi ini krusial untuk menjaga keamanan informasi publik dari berbagai ancaman siber yang terus meningkat. Keamanan data menjadi prioritas utama dalam setiap transaksi dan komunikasi digital yang dilakukan oleh pemerintah.
Pemanfaatan sertifikat elektronik tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memberikan jaminan otentikasi dan integritas data. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap layanan digital yang disediakan oleh pemerintah provinsi. Dengan demikian, risiko pemalsuan dan penyalahgunaan informasi dapat diminimalisir secara signifikan.
“Terima kasih atas penghargaan Be Award 2025. Penghargaan ini memacu semangat bagi instansi pemerintah dan lembaga lainnya yang telah mengimplementasikan sertifikat elektronik,” ungkap Khofifah. Apresiasi ini diharapkan dapat mendorong instansi lain untuk mengikuti jejak Jawa Timur dalam adopsi teknologi keamanan digital.
Arahan BSSN dan Integrasi Layanan Digital
Kepala BSSN RI, Letjen TNI Nugroho Sulistyo Budi, turut menyampaikan pentingnya percepatan integrasi dan keamanan layanan digital. Hal ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan urgensi transformasi digital di seluruh instansi pemerintah. Penguatan keamanan siber menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem digital yang andal.
“Secara mendasar keamanan siber menjadi penting, karena tanpa sistem yang aman informasi tidak akan berjalan dengan aman,” tegas Nugroho Sulistyo Budi. Pernyataan ini menegaskan bahwa keamanan adalah prasyarat mutlak bagi keberhasilan implementasi teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan. Tanpa keamanan yang memadai, potensi risiko kebocoran data dan serangan siber akan semakin besar.
Penghargaan Be Award 2025 secara resmi diserahkan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Sherlita mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam acara penganugerahan yang berlangsung pada Kamis (20/11) malam di Jakarta. Momen ini menjadi simbol pengakuan nasional terhadap upaya dan inovasi Jawa Timur dalam bidang teknologi informasi.
Sumber: AntaraNews