Jasa Marga Prediksi Puncak Mudik di GT Cikampek Utama Capai 126 Ribu Kendaraan
PT Jasa Marga memproyeksikan Gerbang Tol Cikampek Utama akan dilintasi 126 ribu kendaraan saat puncak mudik 18 Maret 2026, melonjak 300% dari kondisi normal. Antisipasi rekayasa lalu lintas disiapkan.
PT Jasa Marga memprediksi lonjakan signifikan volume kendaraan yang akan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama (GT Cikampek Utama) menjelang momen Lebaran 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, dengan proyeksi jumlah kendaraan mencapai 126 ribu unit.
Angka ini menunjukkan peningkatan drastis sekitar 300 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal harian, menandakan persiapan ekstra perlu dilakukan. Kepadatan lalu lintas diperkirakan akan menjadi tantangan utama bagi para pemudik yang akan melintasi jalur ini.
Mengantisipasi kondisi tersebut, PT Jasa Marga terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik.
Proyeksi Lonjakan Kendaraan di GT Cikampek Utama
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengungkapkan bahwa GT Cikampek Utama akan menjadi titik krusial. Dia memprediksi 126 ribu kendaraan akan melintas saat puncak arus mudik pada 18 Maret 2026.
Lonjakan volume kendaraan ini, yang mencapai 300 persen di atas rata-rata normal, menyoroti pentingnya perencanaan matang. Jasa Marga telah melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan evaluasi tersebut, jam favorit pemudik untuk melakukan perjalanan biasanya terjadi pada malam hari setelah waktu berbuka puasa. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam pengaturan lalu lintas.
Jasa Marga terus mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan aplikasi Travoy. Aplikasi ini memungkinkan pemudik memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui CCTV yang terpasang di ruas tol.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas dan Koordinasi Kepolisian
Menyikapi prediksi lonjakan volume kendaraan di GT Cikampek Utama, Jasa Marga menyatakan kesiapan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas. Opsi seperti 'one way' atau 'contra flow' telah disiapkan.
Namun, keputusan akhir mengenai penerapan rekayasa lalu lintas tersebut sepenuhnya berada di tangan Kepolisian Republik Indonesia. Diskresi ini akan diambil berdasarkan parameter kondisi lalu lintas aktual di lapangan.
Koordinasi erat antara Jasa Marga dan kepolisian terus dilakukan, termasuk pembahasan potensi penyekatan arus kendaraan. Penyekatan ini bahkan bisa dimulai sejak 13 Maret 2026 untuk mengurai kepadatan lebih awal.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa arus kendaraan dapat terdistribusi dengan baik. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kemacetan parah selama periode puncak mudik dan balik.
Antisipasi Arus Balik dan Fasilitas Tambahan
Tidak hanya arus mudik, Jasa Marga juga telah mempersiapkan antisipasi untuk puncak arus balik Lebaran 2026. Puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 24 Maret 2026.
Diperkirakan sekitar 120 ribu kendaraan akan melintas dari arah timur menuju barat pada saat itu. Angka ini juga menunjukkan lonjakan sekitar 300 persen di atas kondisi normal.
Sebagai langkah antisipasi, Jasa Marga menyiapkan opsi pembukaan Gerbang Tol Cikampek Utama 8. Gerbang ini memiliki lima gardu yang dapat dioperasikan jika diperlukan untuk mendukung kelancaran arus balik.
Persiapan fasilitas tambahan dan koordinasi yang intensif ini diharapkan dapat membantu mengelola volume kendaraan. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik selama periode libur Lebaran.
Sumber: AntaraNews