Jasa Marga Imbau Pemudik Pastikan Kecukupan Saldo E-toll untuk Arus Balik Lebaran
PT Jasa Marga mengimbau pemudik arus balik Lebaran untuk memastikan kecukupan saldo e-toll guna menghindari antrean panjang di gerbang tol. Evaluasi menunjukkan ribuan kendaraan kekurangan saldo di gerbang tol Kalikangkung dan berpotensi terulang di Cikam
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengeluarkan imbauan penting bagi para pemudik yang akan melakukan perjalanan arus balik Lebaran. Mereka diminta untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik (e-toll) sebelum memasuki gerbang tol.
Imbauan ini disampaikan setelah evaluasi menyeluruh periode H-10 hingga H+1 Lebaran, yakni tanggal 11-22 Maret 2026. Evaluasi tersebut menyoroti masalah signifikan terkait kekurangan saldo e-toll yang kerap terjadi di beberapa titik strategis.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan menghindari penumpukan kendaraan di gerbang tol, khususnya saat puncak arus balik.
Dampak Kekurangan Saldo E-toll pada Arus Mudik
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Jasa Marga, periode 11-22 Maret 2026 menunjukkan adanya masalah serius terkait saldo e-toll. Tercatat sebanyak 21 ribu kendaraan mengalami kekurangan saldo saat berada di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jalan Tol Batang-Semarang.
Jumlah ini merupakan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang bertransaksi di GT Kalikangkung selama periode tersebut. Banyak pemudik terpaksa melakukan pengisian ulang (top up) saldo e-toll langsung di gerbang tol.
Rivan A Purwantono menegaskan bahwa tingginya aktivitas top up di gerbang tol berdampak pada waktu penundaan yang signifikan. Hal ini pada akhirnya mengakibatkan antrean panjang dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Kondisi serupa sangat berpotensi kembali terjadi pada arus balik, terutama di GT Cikampek Utama. Oleh karena itu, Jasa Marga menekankan pentingnya persiapan saldo e-toll yang memadai.
Antisipasi Arus Balik dan Rekomendasi Saldo E-toll
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan akibat kekurangan saldo e-toll, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memeriksa saldo sebelum perjalanan. Memastikan kecukupan saldo e-toll adalah langkah proaktif yang dapat mencegah antrean di gerbang tol.
Secara spesifik, untuk perjalanan dari Semarang menuju Jakarta, pengguna jalan kendaraan golongan I disarankan menyiapkan saldo e-toll minimal Rp500.000. Sementara itu, bagi pemudik dari Surabaya ke Jakarta, disarankan menyiapkan saldo minimal sebesar Rp1.000.000.
Rivan menjelaskan bahwa proses top up yang terjadi pada ribuan kendaraan di GT Cikampek Utama akan sangat merugikan. Waktu perjalanan pemudik akan terbuang sia-sia hanya untuk menunggu proses pengisian ulang saldo e-toll.
Jasa Marga kembali meminta kerja sama dari pengguna jalan agar secara berkala mengecek kecukupan saldo e-toll untuk kelancaran perjalanan arus balik Lebaran, memastikan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan efisien.
Pentingnya Persiapan Perjalanan dan Aturan Penggunaan E-toll
Selain kecukupan saldo e-toll, Jasa Marga juga mengingatkan tentang aturan penggunaan kartu e-toll di Jalan Tol Trans Jawa. Sistem transaksi tertutup yang berlaku mengharuskan kartu yang digunakan saat "tap in" wajib sama dengan yang digunakan saat "tap out".
Ini berarti pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik orang lain apabila saldo e-toll mereka tidak mencukupi. Hal ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kendala saat keluar gerbang tol.
Untuk kemudahan transaksi, pengguna jalan memiliki berbagai opsi pengisian saldo e-toll. Kanal-kanal yang tersedia antara lain aplikasi Travoy, layanan mobile banking dari bank penerbit, gerai ritel atau minimarket, maupun fasilitas top up di rest area.
Jasa Marga juga menekankan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan, terutama saat memasuki GT Cikampek Utama. Gangguan sekecil apa pun di area gerbang tol dapat berdampak besar pada kelancaran arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan antrean.
Secara keseluruhan, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk memastikan kesiapan perjalanan secara menyeluruh. Ini meliputi kondisi pengemudi dan kendaraan yang prima, ketersediaan perbekalan, BBM yang cukup, serta tentu saja, kecukupan saldo uang elektronik.
Sumber: AntaraNews