Arus Mudik Lebaran 2026: Jasa Marga Catat Peningkatan Drastis di GT Cikampek Utama H-4

Jasa Marga melaporkan lonjakan drastis volume kendaraan arus mudik Lebaran 2026 di GT Cikampek Utama pada H-4. Kapolda Metro Jaya prediksi puncak mudik gelombang kedua terjadi malam ini hingga besok.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Arus Mudik Lebaran 2026: Jasa Marga Catat Peningkatan Drastis di GT Cikampek Utama H-4
Jasa Marga melaporkan lonjakan drastis volume kendaraan arus mudik Lebaran 2026 di GT Cikampek Utama pada H-4. Kapolda Metro Jaya prediksi puncak mudik gelombang kedua terjadi malam ini hingga besok. (AntaraNews)

PT Jasa Marga mencatat peningkatan signifikan arus mudik kendaraan yang melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat, pada H-4 Lebaran 2026, Selasa (17/3). Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai berbondong-bondong menuju kampung halaman lebih awal.

Menurut Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, volume kendaraan pada shift 1 hari Selasa ini meningkat hingga 201 persen dibandingkan hari normal. Angka ini tergolong sangat tinggi dan menjadi indikasi kuat dimulainya puncak arus mudik.

Ria Marlinda Paalo juga mengungkapkan bahwa pada shift 1 saja, sudah tercatat sekitar 25 ribu kendaraan yang melewati GT Cikampek Utama menuju arah timur. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bahkan memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah gelombang kedua akan terjadi malam ini hingga Rabu (18/3).

Jasa Marga mengonfirmasi adanya lonjakan drastis arus mudik Lebaran 2026 di Gerbang Tol Cikampek Utama pada H-4. Peningkatan ini mencapai 201 persen dibandingkan hari-hari biasa, menunjukkan antusiasme pemudik yang tinggi.

Pada Selasa pagi, dalam kurun waktu shift 1, sudah ada sekitar 25 ribu kendaraan yang melintas GT Cikampek Utama menuju arah timur. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya hari dan mendekati puncak arus mudik.

Ria Marlinda Paalo menambahkan bahwa pada Selasa petang, jumlah kendaraan yang melintas dalam satu jam mencapai sekitar 5.700 unit. Angka ini jauh melampaui rata-rata normal yang hanya sekitar 3.000 kendaraan per jam.

Peningkatan volume lalu lintas arus mudik ini juga dipengaruhi oleh penerapan kebijakan rekayasa lalu lintas, yaitu sistem one way sepenggal. Kebijakan ini bertujuan untuk menambah kapasitas jalan dan mengurai kemacetan.

Ria Marlinda Paalo menjelaskan bahwa one way tahap 1 telah berhasil membuat volume lalu lintas menjadi bertambah banyak. Hal ini memungkinkan lebih banyak kendaraan untuk bergerak menuju arah timur dengan lebih lancar.

Meskipun demikian, peningkatan drastis ini tetap memerlukan kewaspadaan dan koordinasi antarpihak terkait. Pengaturan lalu lintas yang efektif menjadi kunci untuk menjaga kelancaran perjalanan arus mudik.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyatakan bahwa sekitar 40 persen pemudik dari wilayah aglomerasi Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) telah meninggalkan daerahnya. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemudik sudah memulai perjalanan.

Kapolda memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah untuk gelombang kedua akan terjadi pada malam Selasa ini hingga Rabu (18/3) besok. Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi kepadatan lalu lintas.

Meskipun ada peningkatan, arus mudik selama Operasi Ketupat Jaya 2026 masih cenderung ramai lancar. Namun, dengan prediksi puncak yang akan datang, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi