Istri Tidur Lelap, Suami Perkosa Anak Kandungnya yang Masih SD Berkali-Kali
Kelakuan bejat sang ayah berlangsung sejak korban masih duduk di Kelas 5 Sekolah Dasar.
Seorang anak yang masih berusia di bawah umur di Lumajang, Jawa Timur menjadi korban rudapaksa oleh ayah kandung sendiri. Korban yang kini duduk di Kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengaku sudah berkali-kali menjadi korban rudapaksa ayahnya, TR warga Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.
Kelakuan bejat sang ayah berlangsung sejak korban masih duduk di Kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Pelaku terhitung melakukan aksi rudapaksa terhadap korban sebanyak 10 kali.
Kabid Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang, Darno mengatakan, kejadian pelecehan seksual yang dialami korban baru terungkap setelah pihak Pemerintahan Desa melaporkan kasus itu ke Polres Lumajang.
10 Kali Diperkosa
Korban diakui sudah menerima tindakan asusila dari ayah kandungnya sendiri sekitar tiga tahun terakhir. Belakangan diketahui kasus rudapaksa itu dilaporkan pihak Pemerintahan Desa ke Polres Lumajang pada 14 April 2025.
"Sudah 10 kali terjadi. Kalau dari pengakuan korban sejak kelas 5 SD. Dan kasus ini terbingkar setelah desa melaporkan ke polisi," terang Darno, Sabtu (10/5).
Darno mengungkapkan terduga pelaku melancarkan aksinya itu tanpa sepengetahuan istri.
"Ibu korban masih ada, tapi tidak tahu kejadian itu selama ini, jadi memang dilakukan (Rudapaksa) ini selalu malam hari sekitar jam satu kalau cerita dari korban," kata Darno.
Penyelidikan Polisi
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu membenarkan terkait kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut.
Kasus asusila itu diakui sudah ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Jadi memang benar sudah terjadi kasus rudapaksa anak di bawah umur. Laporan sudah masuk tanggal 14 April dan sedang ditangani PPA. Sekarang masih penyelidikan karena memang harus berhati-hati mengingat ini korbannya masih di bawah umur," tutupnya.