Industri Periklanan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sumbang Triliunan Rupiah
Menteri Ekonomi Kreatif menyoroti potensi besar Industri Periklanan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, dengan sumbangan investasi mencapai triliunan rupiah. Bagaimana dampaknya?
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti potensi besar industri periklanan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam rilisnya pada Sabtu (13/12), menekankan peran vital sektor ini dalam lanskap perekonomian.
Menurut Harsya, industri periklanan telah memberikan dampak nyata di berbagai sub-sektor ekonomi kreatif. Ini termasuk televisi, radio, desain grafis, musik, film, animasi, seni pertunjukan, dan kuliner, yang semuanya merasakan kontribusi signifikan.
Kontribusi signifikan ini terlihat dari kemampuannya membungkus nilai ekonomi dengan cerita, mengubah komoditas menjadi gaya hidup. Periklanan menjadi tulang punggung yang menggerakkan rantai konsumsi domestik di Indonesia, menciptakan nilai tambah yang substansial.
Peran Strategis Industri Periklanan dalam Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa industri periklanan memiliki kemampuan unik untuk menciptakan nilai tambah melalui narasi. "Iklan membungkus nilai ekonomi dengan cerita; mereka mengubah komoditas menjadi gaya hidup," ujarnya saat acara penghargaan Citra Pariwara di Jakarta.
Industri ini secara langsung menggerakkan berbagai sub-sektor ekonomi kreatif yang beragam. Mulai dari produksi konten untuk televisi dan radio, hingga pengembangan desain grafis dan animasi, semuanya sangat bergantung pada aktivitas periklanan. Ini menunjukkan betapa luas jangkauan pengaruhnya.
Kontribusi periklanan juga terlihat jelas dalam sektor musik, film, seni pertunjukan, dan kuliner. Melalui promosi yang efektif, produk dan layanan dari sektor-sektor ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Periklanan berfungsi sebagai jembatan penting antara produsen dan konsumen.
Proyeksi Pertumbuhan dan Kontribusi Investasi Periklanan
Proyeksi global menunjukkan masa depan cerah bagi industri periklanan di seluruh dunia. PwC Global Entertainment & Media Outlook 2024–2028 memperkirakan pendapatan industri periklanan global akan mencapai US$1 triliun pada tahun 2026. Ini menandakan potensi pertumbuhan yang sangat besar dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai bagian integral dari ekosistem ekonomi kreatif, industri periklanan diproyeksikan menyumbang 55 persen pertumbuhan industri media dan hiburan dunia. Angka ini menunjukkan dominasi dan pentingnya sektor periklanan dalam lanskap global. Ini adalah indikator kuat bagi perekonomian nasional.
Di tingkat domestik, Dentsu Advertising Market Report memproyeksikan belanja iklan di Indonesia akan naik hingga 5,4 persen pada periode 2025–2027. Platform digital diperkirakan menyumbang sekitar 12 persen dari pertumbuhan tersebut, menunjukkan pergeseran tren ke arah digital yang signifikan.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat investasi terkait periklanan mencapai Rp2,77 triliun (US$166 juta) pada paruh pertama 2025. Angka ini menempatkan industri periklanan di antara lima kontributor teratas ekonomi kreatif Indonesia, bersama aplikasi, fashion, kerajinan, dan kuliner.
Ajang Citra Pariwara sebagai Tolok Ukur Kualitas
Menteri Harsya juga mengapresiasi penyelenggaraan acara Citra Pariwara yang berlangsung pada 11–12 Desember. Acara ini dianggap sebagai platform penting untuk mengukur kualitas dan daya saing industri periklanan Indonesia. Ini adalah ajang penting bagi para pelaku industri untuk menunjukkan karya terbaik.
Menurutnya, Citra Pariwara berfungsi sebagai tolok ukur standar industri yang sangat berharga. "Acara ini adalah Olimpiade industri periklanan," kata Harsya. Ini membantu industri kreatif Indonesia menorehkan jejak abadi dalam sejarah bangsa dengan karya-karya inovatif.
Melalui ajang seperti ini, inovasi dan kreativitas dalam periklanan dapat terus didorong secara berkelanjutan. Penghargaan ini memotivasi para pelaku industri untuk menghasilkan karya-karya terbaik dan berkualitas tinggi. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas keseluruhan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Sumber: AntaraNews