Indonesia Sabet Gelar Juara Ganda Campuran 50 di ITTF World Masters Gangneung 2026
Pasangan Ismu Harinto/Lieng Lieng Minangmojo berhasil meraih gelar juara ganda campuran 50 di ITTF World Masters Gangneung 2026, membuktikan ketangguhan Indonesia di kancah tenis meja internasional.
Pasangan ganda campuran tenis meja Indonesia, Ismu Harinto dan Lieng Lieng Minangmojo, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka sukses menyabet gelar juara di ajang ITTF World Masters Championships Gangneung 2026. Kemenangan ini diraih setelah perjuangan sengit di Gangneung Olympic Park, Korea Selatan. Gelar di kategori Masters ini menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berprestasi di level tertinggi.
Ismu Harinto, legenda tenis meja yang pernah mewakili Indonesia di Olimpiade Sydney 2000, bersama pasangannya, menunjukkan mental baja. Mereka berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dua set dari lawan. Gelar ini menjadi bukti kerja keras dan strategi matang tim Indonesia.
Kemenangan ini tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga dunia. Prestasi ini menambah daftar panjang pencapaian atlet Indonesia di ajang internasional. Seluruh tim merayakan keberhasilan yang membanggakan ini.
Perjuangan Dramatis Menuju Podium Juara
Perjalanan Ismu Harinto dan Lieng Lieng Minangmojo menuju gelar juara ganda campuran 50 di ITTF World Masters Gangneung 2026 penuh drama. Di babak final, mereka berhadapan dengan pasangan tuan rumah yang tangguh, Yong Hyeon Jo dan Sun Ah Kim. Pertandingan berlangsung sengit di hadapan publik Korea Selatan, dengan sorakan penonton yang memadati arena.
Pasangan Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah kehilangan dua set pertama dengan skor 9-11 dan 9-11. Situasi ini menempatkan Harinto/Minangmojo dalam tekanan besar. Gelar juara seolah menjauh dari genggaman mereka, namun semangat pantang menyerah tetap membara.
Namun, pada momen kritis tersebut, Ismu Harinto dan Lieng Lieng Minangmojo menunjukkan mental baja. Mereka bangkit dengan permainan yang lebih agresif, tenang, dan penuh percaya diri. Pasangan Indonesia berhasil memenangkan set ketiga dengan skor 11-6 dan set keempat 11-7, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu. Setiap poin yang diraih disambut dengan antusiasme tinggi dari tim pendukung Indonesia.
Pada set penentuan, duel tetap berlangsung ketat dan menegangkan. Harinto/Minangmojo berhasil menjaga fokus mereka hingga akhirnya memenangkan set terakhir dengan skor 11-8. Kemenangan epik ini mengukuhkan mereka sebagai juara ganda campuran 50, sebuah pencapaian yang luar biasa.
Kunci Keberhasilan dan Dukungan Tim
Keberhasilan Ismu Harinto dan Lieng Lieng Minangmojo meraih gelar juara tidak lepas dari dukungan penuh tim dan persiapan matang. Ismu Harinto mengungkapkan bahwa dukungan dari manajemen sangat krusial. Mereka bergabung di bawah manajemen Wu Sport yang dipimpin oleh Suroso Hartono.
Dukungan tersebut mencakup persiapan menyeluruh untuk setiap pertandingan. Terutama dalam menyusun strategi saat pertandingan berlangsung. Harinto menyebutkan, “Sejak bergabung di bawah manajemen Wu Sport pimpinan Suroso Hartono, saya dan Lieng Lieng mendapatkan dukungan yang luar biasa. Ini termasuk persiapan untuk setiap pertandingan, khususnya dalam menyusun strategi saat pertandingan.”
Harinto juga menambahkan bahwa mereka menemukan momentum yang tepat untuk membalikkan keadaan. Hal ini memungkinkan mereka mencapai hasil terbaik di turnamen tersebut. “Kami menemukan momentum yang tepat untuk membalikkan situasi dan meraih hasil terbaik. Gelar ganda campuran di ITTF World Masters Gangneung 2026 adalah bukti kerja keras seluruh tim,” ujarnya.
Kemenangan ini adalah hasil dari kombinasi pengalaman, ketangguhan mental, dan strategi yang tepat. Seluruh tim bekerja sama untuk memastikan setiap detail persiapan terpenuhi, mulai dari latihan fisik intensif hingga analisis mendalam terhadap lawan. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Ismu dan Lieng Lieng, tetapi juga inspirasi berharga bagi atlet tenis meja Indonesia lainnya, terutama generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, mimpi meraih gelar juara dunia di kancah internasional dapat terwujud, membawa nama harum Indonesia.
Sumber: AntaraNews