Robot Tenis Meja Sony Tekuk Pemain Manusia dalam Pertandingan Uji Coba
Robot canggih mulai menguji kemampuan manusia. Apakah ini pertanda bahwa teknologi akan mendominasi dunia olahraga di masa depan?
Dunia robotika telah mengalami kemajuan yang signifikan dengan hadirnya robot tenis meja dari Sony yang dikenal sebagai "Ace."
Robot ini mampu bersaing bahkan mengalahkan atlet profesional dalam serangkaian uji coba terbaru. Didesain dengan sistem penglihatan yang canggih, Ace dilengkapi dengan sembilan kamera yang dipasang di sekeliling lapangan.
Hal ini memungkinkannya untuk melacak pergerakan bola dan lawan secara real-time. Selain itu, robot ini juga memiliki delapan sendi penggerak yang memberikan kelincahan serupa dengan pemain manusia.
Teknologi utama yang digunakan adalah metode Reinforcement Learning, di mana robot dapat belajar dari pengalaman bermain, bukan hanya melalui pemrograman manual.
Hasil penelitian mengenai pengembangan robot ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature. Peter Drr, seorang peneliti AI dari Sony, menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi kunci keberhasilan robot.
"Tidak mungkin memprogram robot secara manual untuk bermain tenis meja. Robot harus belajar dari pengalaman," ujarnya.
Sony menganggap pencapaian ini sebagai yang pertama kalinya robot dapat mencapai tingkat permainan yang setara dengan manusia ahli dalam olahraga yang sangat populer ini.
Michael Spranger, Presiden Sony AI, menekankan bahwa tantangan utama dalam dunia robotika adalah kecepatan dan kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang dinamis.
"Robot industri memang cepat, tetapi bergerak dalam pola yang sama. Teknologi ini menunjukkan bahwa robot dapat dilatih menjadi adaptif, kompetitif, dan cepat dalam situasi yang terus berubah," katanya, seperti dikutip dari Sky News, Rabu (29/4/2026).
Untuk pengujian, Sony telah membangun lapangan tenis meja berstandar Olimpiade di markasnya yang terletak di Tokyo. Spranger menegaskan bahwa tujuan dari proyek ini bukanlah untuk menciptakan mesin yang tak terkalahkan, melainkan untuk menghadirkan kompetisi yang seimbang.
Kecepatan dan jangkauan lengan robot sengaja disesuaikan dengan kemampuan para atlet profesional, sehingga fokus pengembangan lebih ditekankan pada kecerdasan dalam pengambilan keputusan, strategi, serta keterampilan bermain.
Proses pengembangan Ace dianggap sebagai langkah penting dalam menciptakan kecerdasan buatan yang tidak hanya unggul secara digital, tetapi juga mampu berinteraksi secara fisik dengan lingkungan nyata dengan ketepatan dan responsivitas yang tinggi.