Indonesia Bidik Jadi Pusat Perdagangan dan Industri Lewat IIES–INDOMAEX 2026
Chong menegaskan bahwa IIES dan INDOMAEX dirancang bukan sekadar menjadi ruang pamer produk, tetapi juga platform kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha.
Indonesia kembali memperkuat posisinya sebagai pusat pertemuan bisnis dan industri kawasan melalui pembukaan resmi Indonesia Import & Export Branding Showcase 2026 (IIES 2026) dan Indonesia International Machinery Fair 2026 (INDOMAEX 2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kamis (18/6/2026).
Managing Director PT Indonesia Mass Event Management, Dato’ Chong Chong Tik, menyebut penyelenggaraan perdana dua pameran internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas konektivitas perdagangan, investasi, dan pengembangan industri lintas negara.
Dalam sambutannya, Chong menegaskan bahwa IIES dan INDOMAEX dirancang bukan sekadar menjadi ruang pamer produk, tetapi juga platform kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, investor, produsen, hingga komunitas industri global.
"Hari ini merupakan penting karena kita secara resmi meluncurkan penyelenggaraan perdana IIES, Indonesia Import & Export Branding Showcase 2026 dan INDOMAEX, Indonesia International Machinery Fair 2026," ujar Chong.
Apresiasi
Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk tokoh industri nasional, asosiasi bisnis, organisasi perdagangan internasional, hingga mitra penyelenggara dari berbagai negara.
Secara khusus, Chong menyampaikan penghargaan kepada H. M. Aksa Mahmud selaku pendiri BOSOWA Corporation atas dukungan terhadap pengembangan platform perdagangan internasional dan kolaborasi industri.
Menurut Chong, kedua pameran membawa visi yang sama, yakni membangun ekosistem bisnis yang mampu mempercepat pertumbuhan perdagangan dan memperkuat jejaring ekonomi antarwilayah.
IIES 2026 difokuskan sebagai ruang pertemuan bagi importir, eksportir, distributor, peritel, serta pelaku usaha yang ingin memperluas pasar dan membangun identitas merek di tingkat internasional.
Perkembangan Terbaru
Sementara INDOMAEX 2026 menampilkan perkembangan terbaru sektor manufaktur, teknologi industri, permesinan, hingga industri tekstil dan alas kaki yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Kedua pameran ini diselenggarakan dengan visi yang sama, yaitu menciptakan platform internasional yang profesional untuk mendorong perdagangan, investasi, pengembangan industri, pertukaran teknologi, dan kerja sama bisnis antarnegara serta antarwilayah," kata Chong.
Penyelenggara memperkirakan sekitar 8.000 pengunjung bisnis dan profesional akan hadir selama pelaksanaan pameran yang berlangsung pada 18–20 Juni 2026.
Selain area pameran, rangkaian kegiatan juga dilengkapi sesi Business-to-Business (B2B) Matching yang dirancang untuk mempertemukan peserta pameran dengan calon pembeli dan investor secara langsung.
Forum tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama konkret, mempercepat penjajakan investasi, sekaligus menciptakan kemitraan jangka panjang antar pelaku usaha.
Bisnis Global
Chong menilai tingginya partisipasi peserta dan pengunjung menunjukkan meningkatnya kepercayaan komunitas bisnis global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Kami dengan bangga menyambut sekitar 8.000 pengunjung bisnis dan profesional selama penyelenggaraan pameran ini. Tingginya partisipasi ini mencerminkan kepercayaan komunitas bisnis internasional terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan peran strategis Indonesia sebagai salah satu destinasi bisnis terpenting di Asia Tenggara,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Chong mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum pameran untuk memperluas jaringan, menjalin kemitraan baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.
Ia menyatakan optimistis IIES dan INDOMAEX dapat berkembang menjadi agenda internasional yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan dan industri global.