Tahu Tak? RI-China Perkuat Kerja Sama Bisnis di Forum Guangxi, Kalsel Jadi Pintu Investasi Unggulan!
Pemerintah Indonesia dan China perkuat kerja sama bisnis lewat Forum Guangxi, membuka peluang investasi dan ekspor produk unggulan. Bagaimana Kalimantan Selatan jadi magnet baru dalam kerja sama bisnis RI-China ini?
Pemerintah Indonesia secara aktif terus mendorong peningkatan kerja sama di bidang ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan "2025 China (Guangxi)-Indonesia (South Kalimantan) Business and Investment Forum" yang berlangsung di Guangxi, China, pada Jumat (19/9).
Forum strategis ini bertujuan untuk mempertemukan para pelaku usaha dari kedua negara guna menjajaki peluang kolaborasi konkret. Harapannya, investasi yang masuk dapat memperkuat rantai pasok industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempromosikan potensi daerahnya, khususnya Kalimantan Selatan, sebagai pusat investasi baru. Fokus utama adalah pada sektor-sektor unggulan yang memiliki prospek cerah untuk pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Mendorong Ekspor dan Investasi Berkelanjutan
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Miftah Farid, menegaskan pentingnya forum ini. Menurutnya, acara tersebut merupakan platform krusial untuk mendorong ekspor produk unggulan Indonesia dan sekaligus membuka peluang investasi baru.
Miftah Farid menyatakan, "Forum ini menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan China dalam menjajaki peluang kerja sama konkret. Kami berharap investasi yang masuk dapat memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia." Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan ekonomi nasional.
Melalui kerja sama bisnis RI-China ini, diharapkan terjadi transfer teknologi dan peningkatan kapasitas produksi. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas dan kuantitas produk ekspor, sehingga mampu bersaing di pasar internasional.
Kalimantan Selatan: Gerbang Investasi Sektor Unggulan
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Forum Guangxi menjadi langkah signifikan dalam memperkenalkan wilayahnya sebagai pusat investasi baru di Indonesia. Potensi besar yang dimiliki Kalsel siap ditawarkan kepada para investor.
Pengawas Perdagangan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Hendro Satria, menegaskan bahwa Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan sangat terbuka bagi investasi. Investasi yang masuk diharapkan dapat memperkuat pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.
Sektor-sektor unggulan seperti perkebunan, pangan, energi biomassa, hingga kawasan ekonomi khusus, secara spesifik ditawarkan sebagai peluang nyata kepada mitra di China. Hendro menambahkan, "Dengan dukungan pemerintah pusat dan kemitraan strategis bersama mitra Tiongkok, Kalimantan Selatan yakin kerja sama yang terwujud akan membawa manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya Kalimantan Selatan."
Kalimantan Selatan menegaskan posisinya sebagai pintu strategis investasi di Indonesia, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan industri hilir. Ini menunjukkan kesiapan daerah dalam menyambut investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Realisasi Konkret Melalui MoU dan Penjajakan Bisnis
Forum Guangxi tidak hanya sekadar ajang pertemuan, tetapi juga memfasilitasi penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) penting antara Indonesia dan China. Penandatanganan ini menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat kerja sama bisnis.
Selain itu, forum ini juga menyelenggarakan sesi promosi investasi dan perdagangan yang melibatkan lima perusahaan asal Indonesia dan empat perusahaan dari China. Sesi ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mempresentasikan potensi dan peluang kerja sama.
Kegiatan ditutup dengan sesi penjajakan bisnis yang mempertemukan langsung pelaku usaha kedua negara. Sesi ini membuka peluang investasi di berbagai sektor, termasuk perkebunan, pengolahan kayu, energi biomassa, pangan, hingga teknologi ramah lingkungan.
Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, China-ASEAN Business Council Joint Secretariat, dan China Young Entrepreneurs Association (CYEA). Kerja sama konkret yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat rantai pasok dan memperluas pasar ekspor produk unggulan Indonesia ke China dan ASEAN.
Sumber: AntaraNews