Hari Disabilitas Internasional 2025, Dorong Inklusi dan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas
Acara ini menjadi momen bagi penyandang disabilitas untuk menyuarakan pentingnya inklusi dan kesetaraan di hadapan pemerintah.
Kementerian Sosial menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Sentra Wirajaya, Makassar, Minggu (7/12). Acara ini menjadi momen bagi penyandang disabilitas untuk menyuarakan pentingnya inklusi dan kesetaraan di hadapan pemerintah.
Kepala Sentra Wirajaya Makassar Nur Alam mengatakan disabilitas merupakan aktor dalam mendorong kesetaraan dan inklusi di tengah masyarakat. Nur Alam menyebut ruang publik di Indonesia, khususnya Makassar harus ramah disabilitas.
"Momentum HDI harus menjadi pengingat bahwa setiap ruang publik harus ramah disabilitas," ujarnya.
Wajib inklusif
Selain ruang publik, Nur Alam menandaskan bahwa program pemerintah juga wajib inklusif. Begitu juga perusahaan harus membuka akses pekerja yang setara.
"Tentunya setiap dari kita mempunyai tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan sosial yang bermartabat dan menghargai manusia," ujarnya.
Nur Alam juga mengaku peringatan HDI menjadi komitmen pemerintah untuk memberikan yang terbaik disabilitas.
Dihadiri 400 orang penyandang disabilitas
Sementara Ketua Panitia HDI, Asrul Sani mengatakan peringatan HDI dihadiri 400 orang penyandang disabilitas. Arsul mengaku, peringatan HDI menyuarakan soal aksebilitas disabilitas untuk mendapatkan hak.
"Kemudian kalau intinya kan dua, yaitu inklusifitas dan kesetaraan itu. Kesetaraan di segala aspek dan partisipasi di segala bidang," sebutnya.
Asrul mengaku dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas sudah mengatur soal jaminan kesamaan hak, kesempatan, perlindungan, dan pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas.
"Kan bidding sektonya Kementerian Sosial. Tapi kementerian atau lembaga lain perlu mendukung kesamaan dan kesetaraan bagi disabilitas," katanya.