Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk 98 Penyandang Disabilitas

Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional 2025, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan kaki palsu kepada 98 penyandang disabilitas, wujud komitmen inklusivitas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk 98 Penyandang Disabilitas
Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025, Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan kaki palsu kepada 98 penyandang disabilitas di Aceh, menegaskan komitmen inklusivitas. (AntaraNews)

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk 98 Penyandang Disabilitas

Pemerintah Aceh, melalui Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, telah menyalurkan bantuan berupa kaki palsu kepada 98 penerima manfaat di wilayah Aceh. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2025 yang jatuh pada Rabu, 31 Desember 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat inklusi sosial serta pemenuhan hak-hak dasar bagi penyandang disabilitas di Bumi Serambi Mekkah.

Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menyatakan bahwa kegiatan penyerahan bantuan kaki palsu ini dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Sosial Aceh, Banda Aceh. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penerima. Momen ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Peringatan HDI 2025 ini mengusung tema “Membangun Masyarakat Inklusif bagi Penyandang Disabilitas untuk Mendorong Kemajuan Sosial”. Selain penyerahan bantuan kaki palsu, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas dari penyandang disabilitas. Hal ini menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh mereka dalam berbagai bidang.

Semangat Inklusivitas di Hari Disabilitas Internasional

Penyerahan bantuan kaki palsu ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Aceh. Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, turut serta dalam momen penting ini. Kehadiran para pejabat menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan penyandang disabilitas.

Acara peringatan HDI 2025 tidak hanya fokus pada penyerahan bantuan. Berbagai penampilan seni dan kreativitas dari penyandang disabilitas turut memeriahkan suasana. Tarian dan peragaan busana atau fashion show menjadi bukti nyata bakat yang mereka miliki.

Salah satu momen menarik adalah penyerahan lukisan oleh seorang penyandang disabilitas kepada Marlina Muzakir. Lukisan tersebut menggambarkan sosok beliau bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Hal ini menunjukkan apresiasi dan hubungan erat antara pemerintah dengan masyarakat penyandang disabilitas.

Transformasi Paradigma Menuju Aceh yang Ramah Disabilitas

Chaidir menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional merupakan momentum strategis. Tujuannya adalah untuk memperkuat pengarusutamaan inklusi serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Aceh. Pembangunan yang berkeadilan hanya dapat terwujud jika semua lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang setara.

Ia menambahkan, peringatan ini harus menjadi pengingat bersama untuk mengubah paradigma. Dari pendekatan berbasis belas kasihan, kini harus bergeser menuju pemenuhan hak, kesetaraan, dan pemberdayaan. Inklusivitas bukanlah beban, melainkan peluang besar untuk membangun masyarakat yang adil dan adaptif.

Pemerintah Aceh berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas. Tujuannya agar mereka dapat berkontribusi dan menunjukkan potensi terbaiknya di tengah masyarakat. Melalui momentum HDI, seluruh elemen masyarakat diajak menghapus stigma dan diskriminasi.

Chaidir berharap terwujudnya Aceh yang inklusif, ramah disabilitas, dan berdaya bagi semua. Bantuan kaki palsu ini hanyalah salah satu langkah awal dari banyak upaya yang akan terus dilakukan. Dukungan penuh dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan mulia ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi