H-1 Lebaran, Puluhan Rumah Warga Jambi Kebanjiran
Penyebab puluhan rumah di RT 04 di kelurahan Simpang empat Sipin terendam banjir adalah curah hujan tinggi dan drainase yang buruk akibat pembangunan mal JBC.
Sejumlah rumah warga di Kelurahan Simpang Empat Sipin, Kota Jambi, terendam banjir akibat curah hujan tinggi pada Minggu (30/3) atau H-1 Hari raya Idulfitri 1446 Hijriyah.
Penyebab puluhan rumah di RT 04 di kelurahan Simpang empat Sipin terendam banjir adalah curah hujan tinggi dan drainase yang buruk akibat pembangunan mal Jambi Bisnis Center (JBC).
Pantauan di lokasi, air menggenangi rumah-rumah warga akibat aliran dari kawasan JBC. Seorang warga Supri mengungkapkan keluhannya terhadap kondisi tersebut.
"Kayaknya JBC itu harus dibongkar," ujarnya pada Minggu (30/03/2025).
Dia mengungkapkan kesedihannya atas dampak pembangunan JBC terhadap daerah resapan air. Sebab, sebelumnya tidak pernah terjadi banjir.
Dia menilai kawasan JBC seharusnya kembali difungsikan sebagai daerah resapan air untuk mencegah banjir berulang. Warga setempat juga menyatakan akan mengajukan keluhan resmi kepada pihak JBC terkait masalah ini.
Senada dengan warga, aktivis lingkungan dari Pinang Sebatang (Pinset), Husni Thamrin, menyoroti bahwa pembangunan JBC diduga tidak memperhatikan aspek lingkungan, sehingga menyebabkan dampak negatif bagi pemukiman sekitarnya.
"Kondisi permukiman di belakang JBC banjir karena pembangunan tidak memperhatikan dokumen lingkungan," ujar Husni.
Dia meminta pemerintah harus menghentikan sementara aktivitas di JBC hingga ada solusi konkret untuk permasalahan banjir ini.
"Jadi harus distop sementara aktivitas mereka sebelum ada perbaikan,"tegas dia.
Lebih lanjut, Husni meminta pemerintah mencabut izin sementara JBC dan mengharuskan pihak pengelola membangun kolam retensi sebagai solusi pengendalian air.
Dia menuding izin lingkungan yang dimiliki JBC hanya sebatas formalitas dan bukan pedoman utama dalam pembangunan.
"Izin lingkungan yang mereka dapat hanya sebagai syarat, bukan sebagai pedoman mereka," ucapnya.