Gubernur John Tabo Sampaikan Imbauan Keamanan Papua Pegunungan Jelang Desember 2025
Gubernur John Tabo mengeluarkan Imbauan Keamanan Papua Pegunungan kepada masyarakat delapan kabupaten untuk menjaga situasi kondusif sepanjang Desember 2025, bulan yang dianggap sakral.
Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat di delapan kabupaten untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Imbauan ini disampaikan menjelang bulan Desember 2025, periode yang dianggap sakral bagi umat Nasrani. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kedamaian.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Tabo di Wamena pada Minggu, 30 November. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti selama bulan tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung terciptanya kondisi yang aman.
Bulan Desember memiliki makna mendalam bagi umat Kristen sebagai bulan kelahiran Yesus Kristus yang diyakini menebus dosa manusia. Oleh karena itu, Gubernur Tabo berharap momen istimewa ini dapat diisi dengan semangat kebersamaan dan menjaga wilayah dari segala hal negatif.
Desember: Bulan Kedamaian dan Tanggung Jawab Bersama
Gubernur John Tabo menegaskan bahwa bulan Desember, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 31, adalah periode yang harus dijaga sebagai bulan kedamaian. Ia mengajak seluruh masyarakat di delapan kabupaten untuk bersatu padu dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. “Kami ingin ingatkan kepada masyarakat tanggal 1-31 Desember adalah bulan kedamaian sehingga seluruh lapisan masyarakat di delapan kabupaten untuk sama-sama menjaga situasi keamanan,” katanya di Wamena.
Bagi umat Nasrani, bulan Desember memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena memperingati kelahiran juru selamat, Tuhan Yesus Kristus. Momen ini seharusnya menjadi refleksi untuk kedamaian dan kasih sayang. Oleh karena itu, menjaga keamanan Papua Pegunungan menjadi prioritas bersama.
“Bulan yang Istimewa ini kami harap sejak 1-31 Desember marilah sama-sama menjaga daerah ini dalam segala hal-hal negatif sehingga seluruh aktifitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” tambah Gubernur. Imbauan ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa kekhawatiran.
Peran Pemerintah dan Legislatif sebagai "Juru Selamat" Masyarakat
Gubernur Tabo juga menyoroti peran penting pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka diharapkan dapat bertindak sebagai "juru selamat" bagi masyarakatnya, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama.
“Anggota dewan yang terhormat, para pimpinan organisasi perangkat daerah di provinsi kita harus menjadi juru selamat, dimana kebutuhan masyarakat, orang tua di kampung seperti beras, kopi, gula dan lain sebagainya harus dipenuhi di bulan penuh berkat ini,” tegas Gubernur. Pemenuhan kebutuhan pokok ini menjadi bagian integral dari menjaga stabilitas.
Fokus pada kesejahteraan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, potensi konflik dapat diminimalisir, dan Imbauan Keamanan Papua Pegunungan dapat terlaksana dengan baik. Ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap rakyatnya.
Keamanan Wilayah Bergantung pada Sikap Pemerintah dan Aparat
Gubernur John Tabo menekankan bahwa keamanan dan kondusifitas suatu daerah sangat bergantung pada cara pemerintah daerah dan legislatif memperlakukan masyarakat. Sikap dan kebijakan yang diambil oleh para pemimpin akan sangat mempengaruhi situasi di seluruh wilayah Papua Pegunungan. Ini adalah bagian penting dari Imbauan Keamanan Papua Pegunungan.
“Mari kita sama-sama menjaga daerah ini untuk tetap baik dan kondusif, karena daerah ini aman dan tidak aman tergantung pemerintah dan legislatif termasuk teman-teman aparat keamanan untuk bagaimana menempatkan diri yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya. Keterlibatan aktif semua pihak sangat diperlukan.
Aparat keamanan juga memiliki peran krusial dalam menjaga ketertiban. Penempatan diri yang baik di tengah masyarakat akan membangun kepercayaan dan kerja sama. Sinergi antara pemerintah, legislatif, aparat, dan masyarakat adalah fondasi utama untuk menjaga kedamaian di Papua Pegunungan.
Sumber: AntaraNews