Gubernur Ansar Dorong PSSI Kepri Fokus Persiapan Pra PON 2027, Targetkan Lolos PON 2028
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendesak Asprov PSSI Kepri untuk fokus pada pembinaan terukur demi kelolosan Pra PON 2027, agar bisa berlaga di PON 2028. Tantangan geografis jadi pemicu semangat.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara tegas meminta Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kepri untuk memusatkan perhatian pada persiapan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027. Permintaan ini disampaikan dalam Kongres Biasa PSSI Provinsi Kepri Tahun 2025 yang berlangsung di Batam pada Minggu, 30 November. Tujuannya jelas, yakni memastikan Kepri dapat lolos dan berpartisipasi dalam ajang PON 2028 mendatang.
Fokus pembinaan terukur menjadi kunci utama yang ditekankan oleh Gubernur Ansar. Hal ini menyusul kegagalan Kepri di Pra PON 2023 lalu, di mana tim sepak bola mereka hanya mampu mencapai semifinal setelah dikalahkan oleh tim Riau. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk mempersiapkan strategi yang lebih matang di masa depan.
Ansar Ahmad berharap, dengan semangat kebersamaan dan pembinaan yang optimal, Kepri dapat mengatasi tantangan geografis yang ada. Wilayah Kepulauan Riau yang didominasi lautan tidak boleh menjadi penghalang untuk mencetak atlet sepak bola berprestasi. Ini adalah momentum kebangkitan sepak bola Kepri di kancah nasional.
Tantangan Geografis dan Potensi Sepak Bola Kepri
Kepulauan Riau memiliki karakteristik geografis yang unik, terdiri dari 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan. Dengan 98 persen wilayah didominasi oleh lautan, menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya, termasuk dalam upaya pembinaan olahraga sepak bola, bukanlah tugas yang mudah. Tantangan ini seringkali menjadi kendala dalam pemerataan akses dan fasilitas pembinaan.
Namun, Gubernur Ansar memaknai tantangan ini sebagai stimulus dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk Kepri. "Tantangan ini harus kita maknai sebagai stimulus dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk Kepri. Ini menjadi pemicu semangat kita semua agar pembinaan sepakbola terus dioptimalkan,” ujar Ansar. Semangat ini diharapkan dapat mendorong inovasi dalam metode pembinaan.
Ansar optimistis bahwa Kepri memiliki potensi besar di cabang olahraga sepak bola, khususnya dari segi bakat pemain. Banyak talenta muda yang tersebar di berbagai pulau, menunggu untuk digali dan dibina secara profesional. Potensi ini perlu diidentifikasi dan dikembangkan melalui program yang terstruktur.
Sebagai bukti nyata, Ansar mencontohkan sejumlah pemain sepak bola asal Kepri yang telah menembus level nasional hingga internasional. Nama-nama seperti Ramadhan Sananta dan Abdul Rahman, serta banyak lagi talenta lainnya, menunjukkan bahwa Kepri memiliki sumber daya manusia yang berkualitas di bidang sepak bola.
Strategi Pembinaan dan Target Lolos PON 2028
Gubernur Ansar juga menekankan pentingnya fokus pada peningkatan prestasi sepak bola di Kepri, terutama menghadapi agenda olahraga nasional di masa-masa mendatang. Pembinaan yang terarah dan berkelanjutan menjadi prioritas untuk mencapai target kelolosan ke PON 2028. Ini melibatkan serangkaian program latihan dan kompetisi yang intensif.
Ia pun mengharapkan Kongres Biasa PSSI Kepri menjadi momentum penyusunan rencana strategis untuk memajukan sepak bola di daerah. Kongres ini harus menghasilkan program kerja yang konkret dan terukur, mencakup aspek pengembangan pemain, pelatih, hingga infrastruktur. Rencana ini harus mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan potensi yang ada.
Selain itu, memperluas dukungan masyarakat juga menjadi bagian integral dari strategi ini. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, swasta, hingga komunitas sepak bola, sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan olahraga. Keterlibatan aktif masyarakat akan memperkuat fondasi sepak bola Kepri.
PSSI harus menjadi wadah yang efektif untuk menyaring, mencetak, dan mengorbitkan atlet-atlet sepak bola terbaik di tanah air. Organisasi ini memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi bakat sejak dini, memberikan pelatihan yang berkualitas, dan membuka jalan bagi para pemain untuk berkarier di level yang lebih tinggi.
Menyongsong PORWIL Sumatera 2027 sebagai Tuan Rumah
Mantan Anggota DPR RI itu turut berpesan agar PSSI mempersiapkan diri jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) Sumatera 2027. Kepulauan Riau akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini, sebuah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan organisasi dan potensi atlet daerah. Persiapan harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari segi teknis maupun non-teknis.
Gubernur Ansar menegaskan, "Jadikan ajang ini momentum kebangkitan sepak bola di Kepri." PORWIL Sumatera 2027 bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga panggung untuk membuktikan bahwa Kepri mampu bersaing dan berprestasi. Ini adalah kesempatan untuk mengukir sejarah baru dalam perjalanan sepak bola Kepri.
PSSI harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa ajang ini berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola lokal. Dengan menjadi tuan rumah, Kepri memiliki peluang untuk meningkatkan fasilitas olahraga dan menarik perhatian lebih banyak pihak terhadap potensi sepak bola di wilayahnya.
Sumber: AntaraNews