Gibran Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Aceh, Percepat Pemulihan Pendidikan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung SMPN 1 Karang Baru di Aceh Tamiang, Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan pendidikan pascabanjir.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat (30/1) untuk meninjau langsung kondisi SMPN 1 Karang Baru. Kunjungan ini bertujuan memastikan kegiatan belajar mengajar dapat segera pulih sepenuhnya setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Beliau ingin melihat langsung dampak dan progres pemulihan.
Banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas sekolah tersebut. Hampir seluruh fasilitas utama, terutama ruang kelas dan kantor di lantai dasar, mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan. Kondisi ini secara drastis mengganggu aktivitas pendidikan bagi ratusan siswa di SMPN 1 Karang Baru.
Inspeksi Wakil Presiden Gibran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan pascabencana. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang secara tegas meminta agar hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi, bahkan di tengah situasi darurat.
Dampak Banjir dan Upaya Adaptasi Pendidikan di Aceh Tamiang
Banjir yang melanda Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 lalu memberikan dampak serius bagi sektor pendidikan setempat, khususnya SMPN 1 Karang Baru. Institusi pendidikan ini menjadi salah satu yang paling merasakan akibatnya, dengan hampir seluruh fasilitas utama sekolah, termasuk ruang kelas dan kantor guru, rusak parah dan memerlukan perbaikan mendesak. Kondisi ini menghambat proses belajar mengajar secara signifikan.
Data menunjukkan bahwa dari total 698 siswa di SMPN 1 Karang Baru, sebanyak 665 siswa terdampak langsung oleh bencana ini, banyak di antaranya kehilangan perlengkapan sekolah atau tempat tinggal. Situasi serupa juga dialami oleh tenaga pendidik dan kependidikan; sebanyak 67 dari 71 guru dan staf harus mengungsi atau merasakan dampak langsung banjir, menambah tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Meskipun demikian, semangat untuk melanjutkan pendidikan tidak padam. Kegiatan belajar mengajar telah berangsur pulih sejak 28 Januari 2026, dengan proses pembelajaran sementara dipindahkan ke sembilan ruang kelas yang masih layak digunakan. Penyesuaian jadwal dan penggabungan siswa dari tingkatan berbeda pun dilakukan untuk mengakomodasi keterbatasan ruang dan memastikan pendidikan terus berjalan.
Komitmen Pemerintah dan Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Banjir
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan hak pendidikan anak-anak pascabencana tetap terpenuhi. Beliau menekankan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan yang terdampak banjir, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang mengutamakan keberlangsungan proses belajar mengajar di seluruh Indonesia. Komitmen ini terlihat jelas dalam kunjungan Gibran ke Aceh.
Dalam kunjungannya ke SMPN 1 Karang Baru, Gibran secara langsung berjanji akan mempercepat pengadaan furnitur penting yang sangat dibutuhkan sekolah. Edi Wahyudi, Kepala Sekolah SMPN 1 Karang Baru, mengungkapkan bahwa Wakil Presiden akan segera memproses pengadaan meja, kursi, dan papan tulis baru. Bantuan ini diharapkan dapat segera mengembalikan kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.
Selain pengadaan furnitur, Wakil Presiden juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antar pihak terkait untuk restorasi penuh sekolah. Edi Wahyudi menambahkan bahwa Gibran akan mengkoordinasikan seluruh proses pemulihan secara maksimal, memastikan tidak ada kendala berarti. Inspeksi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memulihkan sektor pendidikan pascabanjir di Aceh Tamiang secara optimal dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews