Wapres Gibran Instruksikan Sekolah di Poso Kembali Beraktivitas Pasca Gempa 5,8 SR
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan agar aktivitas sekolah di Poso segera dilanjutkan pasca gempa 5,8 SR.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memberikan instruksi penting terkait aktivitas sekolah di Poso, Sulawesi Tengah. Instruksi ini disampaikan setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi berkekuatan 5,8 magnitudo pada Minggu (17/8) lalu. Beliau ingin memastikan proses belajar mengajar dapat segera pulih.
Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Gibran saat kunjungannya ke lokasi pengungsian korban gempa. Beliau meninjau kondisi warga di lapangan sepak bola dan sebuah sekolah dasar di Desa Tangkura, Pesisir Poso Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung dampak bencana.
Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal secepatnya. Meskipun ada kerusakan, ia menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak di daerah terdampak. Ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pasca gempa Poso.
Upaya Pemulihan Pendidikan di Poso
Gibran meninjau langsung kondisi fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas sementara di Poso. Ia melihat bangunan sekolah yang rusak akibat gempa pekan lalu. Instruksi langsung diberikan kepada kepala sekolah untuk memulai kembali kegiatan, menunjukkan komitmen terhadap pendidikan.
Kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan di empat tenda besar yang disediakan BNPB. Tenda-tenda ini berada di lokasi pengungsian, tempat ratusan warga kini tinggal sementara. Ini adalah solusi sementara yang cepat untuk memastikan pendidikan berlanjut di tengah keterbatasan.
Wakil Presiden mengapresiasi respons cepat dari BNPB dan pejabat setempat. Mereka telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Koordinasi yang baik sangat membantu penanganan darurat dan pemulihan pasca gempa Poso.
Bantuan dan Prioritas Penanganan Korban Gempa
Selain fokus pada pendidikan, Gibran juga menyerukan layanan pemulihan trauma bagi anak-anak di Poso. Distribusi bantuan diprioritaskan untuk kelompok rentan. Ini termasuk ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas, memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
Pemerintah juga berkomitmen untuk membantu rekonstruksi infrastruktur yang rusak. Gibran menjanjikan dukungan bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat. Fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas akan diperbaiki atau dibangun kembali.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa 5,8 magnitudo terjadi pada Minggu pukul 05.36 WITA. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer di Kabupaten Poso. Gempa ini menyebabkan dampak signifikan pada masyarakat dan infrastruktur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan 433 warga terdampak gempa Poso. Sebanyak 31 lansia, 23 anak-anak, dan 5 penyandang disabilitas termasuk di dalamnya. Desa Tangkura menjadi wilayah terparah dengan 49 rumah rusak berat dan 34 lainnya rusak ringan.
Sumber: AntaraNews