Geger Mahasiswi UNS Diduga Pakai Uang Beasiswa Buat Dugem, Pihak Kampus Buka Suara
Mahasiswi tersebut diduga menggunakan uang bantuan program KIP-K untuk berpesta di sebuah klub malam.
Media sosial dibuat geger gara-gara unggahan seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Mahasiswi tersebut diduga menggunakan uang bantuan program KIP-K untuk berpesta di sebuah klub malam.
Foto-foto mahasiswi tersebut diunggah di akun instagram @mediaevent_. Namun saat ini unggahan tersebut sudah dihapus. Unggahan tersebut menampilkan foto dalam dua suasana berbeda.
Pada foto pertama, mahasiswi tersebut tampak mengenakan busana rapi dan menunjukkan layaknya seorang mahasiswi yang sedang kuliah.
Namun pada foto berikutnya, ia terlihat mengenakan pakaian minim berwarna hitam dengan narasi yang menyindir perbedaan kehidupannya di siang dan malam hari.
“Pov kehidupan siang hari mahasiswi UNS penerima KIP-K. Malamnya party dong kan kuliahnya gratis,” tulis pemilik akun.
Hingga Senin (27/10) sore unggahan tersebut telah memperoleh tanda suka lebih dari 6.000 dan ratusan komentar dari warganet yang ramai memperdebatkan kelayakan penerima bantuan pendidikan berperilaku demikian.
Konfirmasi Pihak UNS
Juru Bicara UNS, Agus Riewanto membenarkan bahwa mahasiswi tersebut berinisial TKS adalah mahasiswa aktif UNS. Namun, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran isi unggahan yang beredar tersebut.
“Iya, betul yang bersangkutan mahasiswa UNS. Tapi kami saat ini sedang melakukan pendalaman dan investigasi atas informasi itu,” ungkapnya.
Dikatakan Agus, pihak kampus akan berkoordinasi dengan jajaran internal untuk menelusuri fakta sebenarnya, sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia pun berjanji untuk menyampaikan informasi resmi setelah proses investigasi selesai.
"Pada saatnya nanti akan kami beritahukan sikap UNS atas kasus tersebut," tandasnya.
Sebagai informasi, KIP Kuliah merupakan program beasiswa dari pemerintah yang ditujukan untuk siswa sekolah dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Program ini dimaksudkan agar anak dari keluarga tidak mampu memiliki akses yang sama untuk sekolah atau kuliah.