Gantung Diri di Sekolah Usai Dimarahi Orang Tua
Jasad remaja yang masih duduk di bangku sekolah itu pertama kali ditemukan oleh sang ibu.
Seorang remaja di Pekon Sukamara, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, berinisil CP (17) ditemukan orang tuanya tergantung di sudut SMA Negeri 1 Bulok usai tak kabur dari rumah.
Kapolsek Pugung, Ipda Alfiyan Almasruri Ali mengatakan jasad remaja yang masih duduk di bangku sekolah itu pertama kali ditemukan oleh sang ibu pada Rabu (12/5) sekira pukul 06.00 WIB.
“Jadi pada Selasa (13 Mei 2025) sekira pukul 08.00 WIB, korban sempat dimarahi oleh orangtuanya, setelah itu korban pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan dan tak pulang hingga malam harinya,” katanya.
Karena panik, keluarga pun mencari karena sehari semalam, hingga pagi harinya korban ditemukan oleh sang ibu dengan kondisi tergantung.
“Betapa terkejutnya ia ketika mendapati anaknya tergantung di salah satu sudut area SMA tersebut dengan kondisi mengenaskan, menggunakan tali tambang, dan sebuah kursi kayu berada di bawah tubuhnya,” jelas Alfyan.
Mental Anak
Karena mendapati anaknya dengan kondisi mengenaskan, sang ibu pun memberitahu kondisi sang anak ke suaminya.
“Sekitar pukul 10.00 Inafis dari Satreskrim Polres Tanggamus, tiba untuk melakukan pengecekan terhadap korban yang telah tergantung dengan tali tambang sepanjang kurang lebih 4 meter yang terikat pada bagian leher,” lanjut Alfyan.
Posisi tubuh tergantung tersebut juga didukung dengan keberadaan kursi kayu yang diyakini digunakan korban sebagai pijakan terakhir sebelum menggantung diri.
"Di sekitar lokasi, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sepasang sandal milik korban, dari tubuh korban tidak ada tanda kekerasan,” jelasnya.
Alfyan juga mengungkapkan bahwa keluarga telah menerima kondisi kematian sang anak, dan jenazah pun segera di makamkan di TPU terdekat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan mental pada remaja bukan hal yang bisa dianggap sepele," pungkasnya .