Gaji Menteri Dikabarkan akan Dipotong untuk Efisiensi, Seskab Sebut Masih Dirapatkan
Pemerintahan Presiden Prabowo tengah melakukan penghematan atau efisiensi terkait melambung tingginya harga minyak akibat perang AS-Israel Vs Iran.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan penghematan atau efisiensi. Hal itu dilakukan menyusul situasi eskalasi di Timur Tengah yakni perang antara AS-Israel dengan Iran yang berujung penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.
Akibatnya, lonjakan harga energi terjadi, termasuk pasokan BBM. Sebab, 20 persen pasukan minyak dunia berasal dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz sebagai jalur distribusi pelayaran kapal tanker.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH satu hari dalam sepekan. Berikutnya, muncul isu soal pemotongan gaji menteri di Kabinet Merah Putih.
Belum Final
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meminta awak media mengonfirmasi ke pihak yang ditanya.
"Tanya yang menyampaikan kemarin, siapa itu?," jawab Teddy di Kompleks Istana Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Teddy menambahkan, perihal terkait masih belum mencapai hasil final. Pihak Istana memastikan akan melakukan rapat lanjutan perihal terkait.
"Jadi intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini," tambah dia.
Teddy menyatakan, jika sudah ada kepastian maka Istana akan memutuskan konsep apa yang akan digunakan untuk menyiasati kebijakan efisiensi.
"Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apapun," Teddy menandasi.