FOTO: Penjualan dan Sewa Apartemen di Jakarta Lesu, Ini Penyebabnya
Dalam tiga tahun terakhir, angka penjualan dan tingkat hunian menunjukkan tren menurun yang cukup signifikan.
Pasar properti apartemen di Jakarta tengah menghadapi tantangan berat. Dalam tiga tahun terakhir, angka penjualan dan tingkat hunian menunjukkan tren menurun yang cukup signifikan. Data mencatat, sejak 2022, permintaan apartemen sudah lesu—dari 1.389 unit pada tahun itu, turun tipis menjadi 1.375 unit di 2023. Namun, yang mengejutkan terjadi di 2024, ketika penjualan anjlok hampir separuhnya menjadi hanya 688 unit.
Tren ini berlanjut di awal 2025. Hingga kuartal I, hanya 162 unit apartemen strata yang terjual—baru seperempat dari total penjualan tahun sebelumnya. Tidak hanya pasar jual-beli, sektor sewa pun tak luput dari tekanan. Okupansi apartemen sewa merosot ke angka 56,8 persen, menunjukkan lemahnya daya serap pasar.
Para pengamat menyoroti beberapa faktor penyebab: tingginya biaya IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan), ongkos perawatan yang tidak murah, hingga ketidakpastian ekonomi yang membuat konsumen dan korporasi menunda keputusan. Sementara untuk apartemen sewa, penurunan okupansi juga dipicu kebijakan efisiensi dari lembaga pemerintah—yang selama ini menjadi penyewa utama di beberapa gedung apartemen.
Penjualan dan Sewa Apartemen di Jakarta Lesu
Lanskap beberapa bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Seorang warga memotret lanskap bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Lanskap beberapa bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Lanskap beberapa bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Lanskap beberapa bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Lanskap beberapa bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Lanskap beberapa bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)