Fakta Unik! Urutan Pidato Prabowo PBB di Sidang Umum PBB: Mengapa Dapat Giliran Ketiga?
Kementerian Luar Negeri menjelaskan alasan di balik urutan pidato Prabowo PBB yang mendapat giliran ketiga di Sidang Umum PBB. Ada tradisi undian unik!
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memberikan penjelasan rinci mengenai penentuan giliran bicara Presiden Prabowo Subianto dalam sesi perdebatan umum Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Penjelasan ini menjawab pertanyaan publik terkait posisi strategis Indonesia dalam agenda internasional tersebut. Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, Tri Tharyat, menguraikan bahwa penentuan urutan ini tidak sembarangan melainkan mengikuti tradisi yang telah berlangsung lama.
Menurut Tri Tharyat, Sidang Majelis Umum PBB memiliki tradisi undian yang diterapkan untuk menentukan posisi duduk dan urutan berbicara setiap negara anggota. Tradisi ini memastikan adanya rotasi dan keadilan bagi semua delegasi yang hadir. Proses undian ini dilakukan secara berkala untuk menghindari keuntungan atau kerugian permanen bagi negara tertentu dalam hal posisi dan visibilitas di forum global tersebut.
Indonesia sendiri telah mendaftarkan keikutsertaannya dalam sesi perdebatan umum sejak bulan Mei lalu, dengan menginformasikan bahwa delegasi akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk aktif dalam diplomasi multilateral dan menyampaikan pandangannya di panggung dunia. Kehadiran kepala negara secara langsung tentu memberikan bobot lebih pada partisipasi Indonesia.
Tradisi Undian Unik di Sidang Umum PBB
Proses penentuan urutan berbicara di Sidang Majelis Umum PBB melibatkan sebuah mekanisme undian yang unik dan terstruktur. Tri Tharyat menjelaskan bahwa undian ini tidak hanya berlaku untuk urutan pidato, tetapi juga untuk penentuan posisi duduk delegasi. “Pertama adalah siapa yang duduk paling depan pertama. Jadi kalau enggak rugi, A di depan terus, Z paling belakang. Nah itu tiap tahun makanya posisi duduk selalu bergeser,” kata Tri.
Dalam penentuan tempat duduk, PBB juga memiliki pengecualian khusus bagi perwakilan negara penyandang disabilitas, yang akan diberi posisi duduk di baris paling depan untuk memudahkan aksesibilitas. Sementara itu, untuk urutan pidato, PBB mengelompokkan berdasarkan kepala delegasi. Penentuan undian dimulai untuk kelompok presiden atau wakil presiden, lalu kelompok perdana menteri, wakil perdana menteri, serta pejabat lain di bawahnya.
Hasil undian inilah yang menempatkan Indonesia pada giliran ketiga. “Jadi hasil undian tersebut kemudian ya Alhamdulillah kita dapat sepertinya nomor satu. Karena nomor satu dan duanya itu sudah memang by default selalu Brasil dan Amerika,” ucap Tri. Ini berarti, secara efektif, Indonesia mendapatkan urutan pertama di antara negara-negara yang ditentukan oleh undian, setelah dua negara yang secara otomatis mendapatkan slot awal.
Keistimewaan Urutan Pidato Indonesia Tahun Ini
Pencapaian Indonesia mendapatkan urutan bicara yang baik ini merupakan sebuah keistimewaan. Tri Tharyat menambahkan bahwa ini adalah kali pertama Indonesia mendapat urutan yang begitu strategis dan berbicara pada hari pertama sesi pembukaan perdebatan umum. Sesi pembukaan ini akan dilakukan pada pukul 10 pagi waktu setempat, yang berarti pidato Presiden Prabowo akan disaksikan oleh audiens global pada waktu prima.
Pertemuan tingkat kepala negara pemerintah di Sidang Majelis Umum PBB secara resmi akan dimulai pada 22-29 September dan akan dibagi ke dalam beberapa segmen penting. Tanggal 23 September menjadi sesi terpenting karena menandai dimulainya sesi perdebatan umum, yang menyediakan panggung bagi seluruh kepala negara pemerintahan dari 193 negara anggota untuk menyampaikan pandangan mereka. Kehadiran pada hari pertama dan di urutan awal memberikan dampak signifikan terhadap visibilitas dan pengaruh pidato tersebut.
Per Kamis (11/9), Kemlu mencatat bahwa 145 negara telah mengonfirmasi kehadiran pada Sidang Majelis Umum PBB. Dari jumlah tersebut, 137 negara diwakili langsung oleh kepala negara pemerintahan, 5 oleh wakil presiden, dan 3 oleh wakil perdana menteri. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah mendekati hari pelaksanaan sidang umum, menunjukkan antusiasme dan pentingnya forum ini bagi komunitas internasional.
Sumber: AntaraNews