Setelah Satu Dekade, Indonesia Kembali Bicara di PBB, Puan: Momen Penting
Menurut Puan, pidato yang akan disampaikan Prabowo itu sangat dinantikan sebab Indonesia telah absen 10 tahun.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan antusiasmenya menjelang rencana pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (23/9). Ia mengaku menantikan momen tersebut sebagai bagian penting dari diplomasi Indonesia di kancah global.
Menurut Puan, pidato yang akan disampaikan Prabowo itu sangat dinantikan sebab Indonesia telah absen 10 tahun.
“Ini merupakan pidato Presiden Republik Indonesia yang ditunggu-tunggu setelah hampir 10 tahun tidak ada Presiden Indonesia yang hadir di sidang PBB,” kata Puan.
“Tentu saja kami mengharapkan pidato Presiden Prabowo nantinya akan bisa membawa suasana segar yang membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambung Puan.
Puan memprediksi, tema besar dari pidato Prabowo salah satunya menyuarakan kemerdekaan Palestina seperti yang belakangan disuarakan oleh pimpinan negara lain.
“Tentu saja akan banyak hal yang disampaikan oleh Presiden Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah, mungkin salah satunya yaitu terkait dengan isu Palestina, saya juga belum tahu apa yang akan beliau sampaikan,” katanya.
Diketahui, Prabowo dijadwalkan berpidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, pada Selasa (23/9).
Prabowo akan menyampaikan pidato urutan ketiga, setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump