Drama Play-off Antar Wade Ormsby Juara Jakarta International Championship 2025, Raih Titel Kelima di Asian Tour
Pegolf Australia Wade Ormsby berhasil meraih gelar juara Jakarta International Championship 2025 setelah mengalahkan Scott Vincent dalam play-off sudden death yang dramatis.
Pegolf asal Australia, Wade Ormsby, berhasil menorehkan namanya sebagai juara perdana Jakarta International Championship (JAKIC) 2025. Kemenangan ini diraih setelah melalui pertarungan sengit di babak play-off sudden death melawan pegolf Zimbabwe, Scott Vincent, yang berlangsung di Damai Indah Golf – Pantai Indah Kapuk, Jakarta, pada Minggu.
Kedua atlet golf profesional tersebut sebelumnya menutup empat putaran dengan perolehan skor identik, yaitu 268 pukulan atau 12 di bawah par, memaksa mereka melanjutkan kompetisi ke babak penentuan. Pada hole play-off, kesalahan fatal yang dilakukan Vincent membuat bola pukulan keduanya masuk ke air, memberikan keuntungan besar bagi Ormsby.
Momen tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Ormsby untuk memastikan gelar juara. Ini merupakan titel kelima bagi Ormsby dalam rangkaian Asian Tour dan sekaligus trofi keduanya di ajang International Series, setelah sebelumnya sukses menjuarai International Series Thailand pada tahun 2023.
Perjalanan Dramatis Menuju Podium Juara
Wade Ormsby menunjukkan ketangguhan mentalnya sepanjang turnamen, terutama setelah sempat menghadapi penalti di hari sebelumnya. Meskipun demikian, ia mampu mereset pikiran dan kembali fokus untuk meraih performa terbaiknya di Jakarta International Championship 2025.
"Saya sempat kecewa dengan penalti kemarin, tetapi saya bisa mereset pikiran dan fokus lagi," ungkap Ormsby saat upacara penghormatan pemenang. Kemenangan ini menjadi sangat spesial baginya, terutama setelah beberapa bulan terakhir tidak menunjukkan performa yang optimal di turnamen-turnamen sebelumnya.
Kemenangan di Jakarta ini menambah koleksi gelarnya di Asian Tour menjadi lima. Selain itu, ini juga merupakan gelar International Series keduanya, menegaskan posisinya sebagai salah satu pegolf top di sirkuit tersebut. Konsistensi dan ketenangan Ormsby terbukti menjadi kunci suksesnya di turnamen perdana ini.
Jakarta sebagai Destinasi Olahraga Kelas Dunia
Debut Jakarta International Championship 2025 mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung secara langsung menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini adalah bagian integral dari upaya besar Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global.
Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta tidak hanya ingin dikenal sebagai pusat bisnis dan budaya, tetapi juga sebagai destinasi olahraga kelas dunia yang mampu menyelenggarakan event-event internasional bergengsi. Turnamen golf ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut.
"Turnamen ini lebih dari sekadar golf. Jakarta ingin dikenal bukan hanya sebagai pusat bisnis dan budaya, tetapi juga destinasi olahraga kelas dunia," ujar Gubernur Pramono. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah untuk mempromosikan Jakarta melalui ajang olahraga internasional.
Performa Pegolf Tuan Rumah dan Hasil Akhir
Dari jajaran peserta tuan rumah, tiga pegolf Indonesia berhasil menunjukkan performa yang cukup baik dengan lolos cut di Jakarta International Championship 2025. Ini menjadi pengalaman berharga bagi para atlet golf nasional untuk bersaing di level internasional.
Kevin Akbar mencatatkan skor terbaik di antara pegolf Indonesia, dengan total 274 pukulan atau 6 di bawah par, yang menempatkannya di urutan T29. Sementara itu, Jonathan Wijono berhasil menutup turnamen di posisi T66 dengan total skor 281 pukulan. Gabriel Hansel Hari finis di peringkat 76 dengan 289 pukulan.
Berikut adalah hasil akhir dari beberapa pegolf teratas di Jakarta International Championship 2025:
- Wade Ormsby (AUS): 268 pukulan (-12) *Menang play-off sudden death
- Scott Vincent (ZWE): 268 pukulan (-12)
- Kieran Vincent (ZWE): 269 pukulan (-11)
- Doyeob Mun (KOR): 269 pukulan (-11)
- Pavit Tangkamolprasert (THA): 269 pukulan (-11)
- Sadom Kaewkanjana (THA): 269 pukulan (-11)
- Poom Saksansin (THA): 269 pukulan (-11)
Sumber: AntaraNews