Dari Aplikasi SAHABA hingga Smartwatch SAHABI: 5 Inovasi Terbaik Sociopreneur Challenge BPKH Dorong Perhajian Modern
BPKH sukses dorong inovasi perhajian modern melalui Sociopreneur Challenge 2025, melahirkan aplikasi SAHABA, smartwatch SAHABI, dan solusi kreatif lainnya dari generasi muda.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah mengambil langkah proaktif dalam memajukan ekosistem perhajian di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, BPKH mendorong inovator muda untuk menghadirkan ide-ide kreatif dan solusi inovatif yang mendukung iklim perhajian yang lebih baik.
Program Sociopreneur Challenge 2025 menjadi wadah utama bagi generasi muda untuk menunjukkan kepedulian sosial mereka. Kompetisi ini bertujuan menciptakan solusi berkelanjutan yang menjawab berbagai tantangan di masyarakat, khususnya dalam sektor perhajian, dengan fokus pada ide usaha yang aplikatif dan berdampak nyata.
Anggota BPKH, Harry Alexander, menegaskan bahwa BPKH tidak hanya mengelola dana haji, tetapi juga berupaya mencetak generasi haji muda sebagai social entrepreneur. Inisiatif ini diharapkan dapat melahirkan inovasi sosial yang membawa manfaat signifikan bagi masyarakat luas dan memperkuat ekosistem perhajian secara inklusif.
BPKH: Lebih dari Sekadar Pengelola Dana Haji
BPKH menunjukkan komitmennya yang melampaui tugas tradisional pengelolaan dana haji. Lembaga ini aktif dalam membina generasi muda untuk menjadi wirausaha sosial yang peduli dan mampu menciptakan solusi inovatif untuk berbagai isu.
Program Sociopreneur Challenge 2025 merupakan bukti nyata dari visi tersebut, menargetkan lahirnya ide-ide usaha yang tidak hanya aplikatif tetapi juga memiliki dampak sosial yang kuat. Kompetisi ini menjaring talenta dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas wirausaha sosial.
Sejak proses penjurian dimulai pada Juli 2025, kompetisi ini telah menyaring lima tim terbaik dari enam puluh sembilan peserta. Para finalis ini berasal dari latar belakang yang beragam, membawa gagasan inovatif di bidang ekosistem haji, digital, kesehatan, dan energi terbarukan, menunjukkan potensi besar inovasi perhajian.
Inovasi Unggulan dari Generasi Muda untuk Perhajian
Kompetisi Sociopreneur Challenge 2025 berhasil mengidentifikasi sejumlah inovasi perhajian yang menjanjikan. Tim Berlian Depok dari Universitas Indonesia berhasil meraih Juara 1 berkat aplikasi layanan jamaah SAHABA, yang dinilai unggul secara fungsional dan memiliki dampak sosial yang signifikan.
Posisi Juara 2 diraih oleh Tim Roiloka dari Sulawesi Selatan, yang menghadirkan produk minyak esensial dengan mengangkat potensi lokal. Inovasi ini menunjukkan bagaimana sumber daya daerah dapat diintegrasikan dalam ekosistem perhajian.
Sementara itu, Juara 3 dianugerahkan kepada Tim AITIES dari ITS untuk smartwatch haji SAHABI. Perangkat ini dirancang untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan jamaah selama menjalankan ibadah haji, menjadi solusi teknologi yang relevan.
Dua finalis lainnya juga menarik perhatian dewan juri dan meraih Juara Harapan 1. Tim GlycoEase dari Universitas Sumatera Utara dengan gula cair herbal GlycoEase, dan Tim Wisata Niaga dari Universitas Jenderal Soedirman dengan solusi energi terbarukan HIEREN, keduanya menunjukkan potensi inovasi yang beragam untuk mendukung perhajian.
Sinergi Kolaboratif Membangun Ekosistem Perhajian Inklusif
Harry Alexander menyatakan bahwa kegiatan Socioprenepreneur Challenge 2025 sangat selaras dengan visi BPKH untuk memperkuat ekosistem haji yang inklusif. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga pada dampak positif terhadap ekonomi riil masyarakat.
Kolaborasi antara BPKH dengan sejumlah mitra seperti Goodstarter UI, Danamon Syariah, dan travel haji serta umrah, menjadi kunci keberhasilan program ini. Sinergi berbagai pihak ini memperlihatkan pentingnya kerja sama dalam membangun fondasi kewirausahaan sosial di Indonesia dan penguatan ekosistem perhajian.
Harry Alexander menambahkan, "Melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif, kegiatan ini membuka peluang baru bagi pengembangan ekosistem yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas." Pernyataan ini menggarisbawahi harapan besar BPKH terhadap inovasi perhajian dan dampaknya di masa depan.
Sumber: AntaraNews