Dana Hibah M4CR Kuatkan Pengembangan Ekowisata Mangrove Penajam Paser Utara
Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) menyalurkan dana hibah Rp140 juta untuk memperkuat pengembangan Ekowisata Mangrove Penajam di Kelurahan Kampung Baru, Penajam Paser Utara, demi kelestarian lingkungan dan ekonomi pesisir.
Pemerintah pusat melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) menyalurkan dana hibah sekitar Rp140 juta. Dana ini ditujukan untuk memperkuat pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi mangrove dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Asman Aziz, Provincial Project Implementation Unit Manajer M4CR Kaltim, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk pengembangan kawasan pesisir. Ini adalah komitmen bersama dalam menjaga ekosistem mangrove yang vital bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Program M4CR merupakan kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Bank Dunia.
Sebelumnya berada di bawah Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, program ini kini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan. Diharapkan program M4CR dapat berkelanjutan dan secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sinergi Program M4CR dan Kelestarian Lingkungan Pesisir
Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) adalah inisiatif strategis pemerintah pusat yang berkolaborasi dengan Bank Dunia. Fokus utamanya adalah rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir Indonesia. Program ini bertujuan untuk menciptakan ketahanan pesisir dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Asman Aziz, Provincial Project Implementation Unit Manajer M4CR Kaltim, menegaskan pentingnya program ini. M4CR tidak hanya berfokus pada restorasi fisik, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini dilakukan melalui pendekatan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Implementasi M4CR kini berada di bawah payung Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan. Pergeseran ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan upaya restorasi mangrove. Tujuannya untuk menjaga fungsi ekologis dan sosial ekosistem pesisir.
Penguatan Pengembangan Ekowisata Mangrove Penajam Melalui Dana Hibah
Kabupaten Penajam Paser Utara menerima dukungan signifikan untuk pengembangan Ekowisata Mangrove Penajam. Dana hibah sebesar Rp140 juta disalurkan melalui program M4CR. Bantuan ini merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk memperkuat wisata berbasis lingkungan.
Nicko Herlambang, Asisten I Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemkab Penajam Paser Utara, menyambut baik bantuan ini. Hibah usaha produktif (matching grants) tersebut diberikan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri. Pokdarwis ini berlokasi di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam.
Kawasan mangrove di Penajam memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam berkelanjutan. Pengelolaan yang baik, promosi yang efektif, dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama pengembangannya. Dana hibah ini diharapkan dapat mendorong kemajuan tersebut.
Pengelolaan dana harus transparan dan tepat sasaran agar memberikan dampak signifikan. Tujuannya adalah peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini penting di tengah meningkatnya aktivitas wisata.
Potensi dan Pengembangan Ekowisata Mangrove Kampung Baru
Ekowisata Mangrove Kampung Baru di Kecamatan Penajam memiliki luas area sekitar 60 hektare. Kawasan ini difokuskan sebagai area konservasi dan wisata edukasi. Keberadaan fasilitas jembatan titian sepanjang 677,8 meter menambah daya tarik edukatifnya.
Kawasan ini didorong untuk terus berkembang menjadi sarana pendidikan yang memberikan manfaat luas bagi pengunjung. Pengunjung dapat belajar tentang pentingnya ekosistem mangrove. Mereka juga bisa memahami peran vitalnya dalam menjaga keseimbangan alam.
Pengembangan berkelanjutan Ekowisata Mangrove Penajam membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Dengan sinergi ini, potensi kawasan dapat dimaksimalkan. Ini akan menjadikannya contoh sukses ekowisata berbasis komunitas.
Sumber: AntaraNews