Bukan Penjaga Hutan Kalimantan, Ini Penampakan Ular Terbesar di Dunia
Ternyata ini ular terbesar yang pernah hidup di dunia.
Ini penampakan ular terbesar di dunia
Bukan Penjaga Hutan Kalimantan, Ini Penampakan Ular Terbesar di Dunia
Mendengar kata ular sudah membuat bulu kuduk kita merinding. Bahkan banyak orang takut jika bertemu ular, karena bisanya yang mematikan. Ular juga bisa mematikan lawan yang lebih besar dengan melilitkan tubuhnya.
Apa Ular Terbesar di Dunia?
Umumnya publik mengetahui ular terbesar adalah anaconda hijau.
Namun, kenyataannya ular terbesar di dunia bukanlah anaconda.
Tapi ular itu bernama Titanoboa (cerrejonesis Titanoboa) ular raksasa terbesar yang pernah ada di muka bumi.
Sumber Foto: american museum of natural historys
Menurut perkiraan, Titanoboa bisa tumbuh hingga sepanjang 12 sampai 15 meter, dan berat badan sampai 1.144 kilogram. Tapi, Anda bisa bersyukur karena ular ini hidup di bumi sekitar 58 hingga 60 juta tahun lalu.
Sumber Foto: Reuters
Penemuan fosil Titanoboa telah ditemukan di tambang batu bara jauh di dalam hutan hujan Kolombia dan dideskripsikan dalam penelitian yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2009 di jurnal Nature.
Di mana Ular Itu Hidup?
Terlalu berat untuk hidup di pepohonan, Titanoboa akan menempati tanah, tinggal di dekat air, tidak aktif dan menunggu dengan sabar untuk menerkam kura-kura raksasa atau buaya yang menjadi korban gigitannya yang kuat.
"Itu akan menelannya utuh dan mencernanya selama berbulan-bulan, makan tiga sampai empat kali per tahun," kata Jaramillo.
Kapan Titanoboa Punah?
Ahli paleontologi di University of Florida, Jonathan Bloch, mengatakan sulit untuk memastikan kapan Titanoboa itu punah. Karena terbatasnya informasi soal ular tersebut.
Ahli paleontologi di University of Florida, Jonathan Bloch, mengatakan sulit untuk memastikan kapan Titanoboa itu punah. Karena terbatasnya informasi soal ular tersebut.
“Kami hanya mengetahui sedikit tentangnya, terutama di sekitar khatulistiwa (tempat Titanoboa pernah hidup)
karena sulit menemukan fosil di tempat yang memiliki keanekaragaman hayati yang begitu melimpah,”
Ahli paleontologi di University of Florida, Jonathan Bloch, dikutip dari situs Discover, Kamis (10/8).
Untuk menemukan fosil, harus bisa melihat dan menjelajahi bebatuan yang bersembunyi di hutan hujan karena sering tertutup oleh vegetasi.
“Sebagian besar pemahaman kita tentang Paleosen berasal dari daerah lintang tinggi yang berada di lebih banyak daerah gurun,” kata Bloch.