Bukan Cuma Suara Unik, Ini Kunci Sukses Jadi Pengisi Suara Profesional Menurut Bimo Kusumo
Bimo Kusumo, pengisi suara profesional, membongkar mitos bahwa suara unik adalah syarat utama. Pelajari teknik dan interpretasi naskah untuk sukses di industri pengisi suara.
Bimo Kusumo, seorang pengisi suara profesional dari Voice Institute, baru-baru ini meluruskan pandangan umum tentang profesi ini. Ia menegaskan bahwa suara unik bukanlah satu-satunya syarat mutlak untuk menjadi pengisi suara yang sukses.
Pernyataan tersebut disampaikan Bimo saat menghadiri acara Wonder Voice of Indonesia di Jakarta pada Minggu (26/10). Ia ingin membantah mitos yang berkembang di masyarakat mengenai kriteria seorang voice actor.
Menurutnya, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pengisi suara asalkan mau belajar dan berlatih dengan tekun. Keterampilan utama terletak pada teknik membawakan naskah, bukan hanya pada warna suara.
Mitos Suara Unik dalam Dunia Pengisi Suara
Bimo Kusumo, pendiri Voice Institute Indonesia, menekankan bahwa anggapan suara unik sebagai penentu kesuksesan seorang pengisi suara adalah keliru. Ia berpendapat bahwa setiap individu memiliki potensi suara yang bagus.
“Enggak ada suara yang jelek, yang ada itu terlatih atau belum terlatih,” ujar Bimo. Ia menambahkan bahwa semua orang punya suara bagus, tinggal bagaimana cara melatih dan memberi nyawa ke dalam naskah.
Oleh karena itu, fokus utama seharusnya bukan pada keunikan suara, melainkan pada pengembangan kemampuan teknis. Kemauan untuk belajar dan berlatih secara konsisten menjadi faktor penentu keberhasilan seorang pengisi suara.
Empat Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai Pengisi Suara
Bimo Kusumo menjelaskan bahwa kemampuan utama seorang pengisi suara terletak pada teknik membawakan naskah agar terdengar hidup. Pesan yang ingin disampaikan harus dapat diterima dengan tepat oleh pendengar.
Ia menyebutkan empat teknik dasar yang fundamental, yaitu intonasi, artikulasi, emphasizing, dan spelling voice. Artikulasi berkaitan dengan kejelasan berbicara, sementara intonasi adalah dinamika nada suara.
Selanjutnya, emphasizing merujuk pada penekanan kata atau frasa penting, dan spelling voice adalah cara mengucapkan kata dengan benar. Namun, Bimo menggarisbawahi bahwa interpretasi naskah sering terlewatkan dan justru sangat penting.
Memahami isi naskah secara mendalam sebelum merekam suara akan memunculkan emosi dan karakter. Hal ini membuat hasil rekaman terasa lebih hidup dan mampu “bercerita” kepada para pendengar.
Peluang Karier dan Dorongan untuk Talenta Muda
Bimo Kusumo juga memberikan dorongan kepada talenta muda yang tertarik pada profesi pengisi suara. Ia mengajak mereka untuk tidak ragu mencoba dan mengeksplorasi potensi suara yang dimiliki.
Menurutnya, pasar global saat ini menawarkan peluang besar bagi pengisi suara Indonesia yang siap bersaing secara profesional. Industri kreatif semakin terbuka lebar untuk profesi ini.
Bimo berharap semakin banyak masyarakat yang berani menekuni profesi pengisi suara secara serius. Ini bukan hanya hobi, melainkan sebuah karier yang menjanjikan di era digital.
Sumber: AntaraNews