BRIN Perkuat Kerja Sama Riset Indonesia-Jepang untuk Dorong Inovasi Global
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperluas kerja sama riset Indonesia-Jepang dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) dan jaringan internasional, mendorong ekosistem inovasi dan daya saing nasional.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini mempererat kemitraan dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) serta berbagai jaringan riset internasional. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem riset Indonesia melalui kolaborasi global yang lebih luas. Kemitraan ini diumumkan pada Senin, 9 Februari 2026, dalam Pertemuan Majelis Umum dan Simposium Internasional ke-9 Asosiasi Alumni Indonesia (JAAI).
Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memajukan ilmu pengetahuan dan inovasi di Indonesia. Acara tersebut berlangsung di Jakarta, tepatnya di Kompleks Sains Sarwono Prawiroharjo milik BRIN. Fokus utama adalah bagaimana kemitraan ini dapat mendorong daya saing riset nasional.
Selain JSPS, BRIN juga menggandeng JAAI dan Perhimpunan Peneliti Indonesia (PPI) untuk memperluas jaringan ilmiah. Jaringan ini menghubungkan akademisi Indonesia, Jepang, dan global, menciptakan platform untuk kemitraan baru. Inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan produk praktis dari ide-ide riset.
Pentingnya Kolaborasi Global dalam Riset
Arif Satria menegaskan bahwa Indonesia harus terus menjaga hubungan internasional yang kuat dan kemitraan erat, terutama melalui jalur riset dan inovasi yang berkelanjutan. Kerja sama ilmiah sangat bergantung pada kepercayaan dan kolaborasi jangka panjang di laboratorium serta lapangan.
Jaringan riset yang kuat menyediakan platform esensial untuk membentuk kemitraan baru yang produktif. Ini memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar peneliti dari berbagai negara. Kolaborasi semacam ini krusial untuk mengatasi tantangan global yang kompleks.
BRIN secara aktif berupaya memperluas jangkauan kolaborasi ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa riset Indonesia terintegrasi dengan perkembangan ilmiah dunia. Kemitraan dengan JSPS, JAAI, dan PPI menjadi contoh nyata komitmen ini.
Mendorong Inovasi dan Daya Saing Nasional
Arif Satria juga menyoroti kebutuhan untuk memperkuat inovasi dan daya saing. Ini dicapai dengan mengubah ide-ide riset menjadi produk praktis yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Penting untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri.
Daya saing nasional mencerminkan kontribusi riset dan inovasi terhadap perekonomian negara. Kontribusi ini didukung oleh institusi penelitian dan pengembangan (R&D) yang kuat, serta sumber daya manusia berkualitas tinggi.
BRIN berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi. Ini termasuk mendukung pengembangan produk dari hasil penelitian. Tujuannya adalah agar riset tidak hanya berhenti di publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi.
Rangkaian Kegiatan Simposium Internasional
Simposium yang diadakan pada 9-10 Februari 2026 ini merupakan bagian integral dari upaya kolaborasi. Acara tersebut menampilkan sesi utama (keynote sessions), lokakarya, presentasi, dan kuliah penghargaan. Ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan dan temuan terbaru.
Beberapa kegiatan spesifik meliputi lokakarya tentang perhitungan jejak karbon dan penilaian siklus hidup (life cycle assessment). Ada juga diskusi mendalam mengenai proyek SATREPS Biocircular Economy. Kegiatan ini menunjukkan relevansi riset terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan.
Arif Satria berharap kemitraan dengan JSPS, JAAI, dan PPI akan semakin memperkuat kerja sama riset Indonesia-Jepang. Lebih jauh lagi, kolaborasi ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmiah global secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews