BPBD Sulsel Ingatkan Pemkab Siaga Hadapi Musim Hujan Mulai Oktober 2025, Puncak Diprediksi Dua Kali!
BPBD Sulsel mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang diprediksi BMKG mulai Oktober 2025. Bagaimana strategi mitigasinya?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya. Imbauan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan yang akan datang. Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Sulsel akan dimulai pada Oktober 2025 dan berlangsung hingga April 2026.
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, di Makassar, Minggu, menegaskan pentingnya langkah antisipatif ini. Meskipun sebagian besar daerah diprediksi mengalami curah hujan normal, beberapa kabupaten dan kota memiliki potensi menghadapi curah hujan di atas normal. Kesiapsiagaan ini krusial untuk meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi yang kerap menyertai musim hujan.
Prakiraan awal musim hujan 2025/2026 di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan terjadi pada Oktober hingga November 2025. Tercatat 18 zona musim (ZOM) atau sekitar 75 persen wilayah akan memasuki musim hujan pada periode tersebut. Oleh karena itu, persiapan dini menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dan aset berharga dari risiko bencana.
Prakiraan Musim Hujan dan Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG memprakirakan awal musim hujan tahun ini akan lebih maju di 17 ZOM atau sekitar 71 persen wilayah Sulawesi Selatan dibandingkan kondisi normal. Sifat hujan secara umum diperkirakan berada pada kategori normal di 20 ZOM atau 83 persen wilayah. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat adanya potensi curah hujan di atas normal di beberapa lokasi.
Puncak musim hujan di Sulawesi Selatan diprediksi akan terjadi dua kali dalam periode 2025/2026. Puncak pertama diperkirakan pada Desember 2025, sementara puncak kedua pada April 2026. Masing-masing periode puncak ini diprakirakan melanda 10 ZOM atau sekitar 42 persen dari total wilayah Sulawesi Selatan.
Amson Padolo menekankan bahwa setiap musim hujan seringkali disertai dengan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. "Walaupun sebagian besar diprediksi normal, kita tetap berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah kabupaten dan kota maupun masyarakat, untuk melakukan langkah antisipatif," ujarnya. Mitigasi terukur sangat diperlukan untuk mengurangi risiko ini.
Strategi Kesiapsiagaan Lintas Sektor
BPBD Sulsel mengimbau setiap daerah untuk segera membentuk posko-posko kedaruratan dan menyiapkan lokasi evakuasi yang aman. Hal ini penting dilakukan apabila terjadi peningkatan eskalasi curah hujan yang dapat memicu bencana. Kesiapan infrastruktur dan jalur evakuasi menjadi prioritas utama untuk kesiapsiagaan musim hujan.
Sektor pertanian diminta untuk melakukan penyesuaian waktu tanam agar hasil panen tidak terganggu oleh intensitas hujan tinggi. Sementara itu, tenaga medis di sektor kesehatan diingatkan untuk mewaspadai peningkatan penyakit yang dipicu oleh curah hujan dan kelembapan. Penyakit seperti demam berdarah dan diare seringkali meningkat selama musim hujan.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan melakukan pembenahan drainase serta daerah aliran sungai. Upaya ini bertujuan untuk mencegah terjadinya genangan air dan banjir. Pembersihan saluran air dan normalisasi sungai merupakan langkah preventif yang efektif.
Daerah yang selama ini masuk peta bencana perlu segera menyiapkan langkah pengamanan yang komprehensif. Ini termasuk mobilisasi warga ke tempat aman dan penyelamatan dokumen penting. Dengan demikian, dampak terhadap masyarakat dan harta benda dapat diminimalisasi bila bencana terjadi.
Kolaborasi Pentahelix dan Dukungan Pemerintah Provinsi
Penanganan kebencanaan merupakan urusan bersama yang melibatkan konsep pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Setiap elemen memiliki peran penting dalam rantai kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, telah memberikan arahan agar pemerintah provinsi mendistribusikan logistik ke semua daerah sebagai stok darurat. Selain itu, beberapa perahu polyethylene juga telah disalurkan ke daerah-daerah yang rawan banjir. Pihak OPD terkait juga menyiagakan peralatan untuk mengantisipasi longsor di lokasi rawan.
"Jadi kita berharap ada kesiapsiagaan dan keterpaduan," kata Amson Padolo. Ia menambahkan bahwa tim BPBD kabupaten dan kota telah melakukan langkah kesiapsiagaan setiap tahun. "Teman-teman juga sudah mengantisipasi beberapa lokasi yang dapat dijadikan tempat untuk evakuasi, apabila ada daerah yang terdampak," pungkasnya, menunjukkan koordinasi yang telah berjalan.
Sumber: AntaraNews