Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi bencana hidrometeorologi. Peringatan ini disampaikan seiring dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait awal musim hujan yang akan datang.
Menurut Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, awal musim hujan 2025/2026 di sebagian besar wilayah Sulsel diperkirakan terjadi pada Oktober hingga November 2025. Meskipun demikian, beberapa wilayah seperti Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, dan Kota Makassar telah diguyur hujan deras lebih awal.
Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan dari berbagai pihak untuk menghadapi kemungkinan terjadinya genangan atau banjir. BPBD Sulsel menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam penanganan kebencanaan.
Advertisement
Advertisement
Prediksi BMKG: Musim Hujan Lebih Awal di Sulawesi Selatan
Berdasarkan data dari BMKG, awal musim hujan tahun 2025/2026 diproyeksikan melanda 18 zona musim (ZOM) di Sulawesi Selatan. Angka ini mencakup sekitar 75 persen dari total wilayah provinsi tersebut, menunjukkan cakupan yang luas.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, awal musim hujan kali ini diprediksi akan datang lebih cepat di 17 ZOM atau sekitar 71 persen wilayah Sulsel. Meskipun demikian, sifat hujan secara umum diperkirakan berada pada kategori normal di 20 ZOM, setara dengan 83 persen wilayah.
Puncak intensitas hujan di Sulawesi Selatan juga diproyeksikan terjadi dalam dua periode terpisah. Periode puncak pertama dan kedua diperkirakan berlangsung antara Desember 2025 hingga April 2026, masing-masing melanda 10 ZOM atau sekitar 42 persen wilayah Sulsel.
Advertisement
Meskipun sebagian besar daerah diperkirakan mengalami curah hujan normal, beberapa kabupaten dan kota tercatat memiliki potensi menerima hujan di atas normal. Situasi ini memerlukan perhatian khusus dan langkah antisipasi yang lebih serius dari pemerintah daerah setempat.
Advertisement
Kesiapsiagaan Bersama Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan, BPBD Sulsel menegaskan bahwa penanganan kebencanaan adalah tanggung jawab kolektif. Semua unsur masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan.
Keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media menjadi krusial dalam menyusun strategi penanggulangan yang efektif. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh curah hujan tinggi.
Amson Padolo secara tegas mengimbau setiap daerah untuk segera menyiapkan posko-posko siaga bencana. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan respons cepat terhadap kondisi darurat yang mungkin terjadi akibat curah hujan ekstrem.
Advertisement
“Oleh karena itu, masing-masing daerah diminta menyiapkan posko-posko untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya genangan atau banjir,” ujar Amson. Kesiapan ini diharapkan dapat menyelamatkan warga dan aset dari kerugian.
Sumber: AntaraNews