BPBD Makassar Tingkatkan Patroli Laut dan Peringatan Dini Hadapi Cuaca Ekstrem
BPBD Makassar intensifkan patroli laut dan peringatan dini untuk antisipasi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar kini memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayahnya. Langkah ini meliputi peningkatan patroli laut dan penyampaian peringatan dini kepada masyarakat. Kondisi cuaca ekstrem diprediksi akan meningkat signifikan, baik di daratan maupun perairan laut Kota Makassar.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa patroli laut merupakan upaya proaktif. Tujuannya adalah untuk mengimbau serta memberikan informasi penting terkait risiko cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan warga. Petugas BPBD juga tetap disiagakan di area pesisir untuk memantau situasi.
Peningkatan kewaspadaan ini didasarkan pada informasi cuaca terbaru yang menunjukkan potensi bahaya. Cuaca ekstrem dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, sehingga kesiapan dini sangat krusial. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dan mengikuti arahan petugas.
Patroli Laut dan Imbauan Kewaspadaan
Muhammad Fadli menjelaskan bahwa patroli laut menjadi sarana utama dalam menyebarkan imbauan. Peringatan dini ini ditujukan khususnya bagi nelayan, pelaku wisata bahari, serta pengguna transportasi laut. BPBD Makassar berupaya memastikan semua pihak memahami risiko dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Kondisi perairan Selat Makassar berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang berisiko tinggi. Angin kencang dengan kecepatan hingga 14 knot dan gelombang laut setinggi 3 meter diperkirakan akan terjadi. Kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa serta sarana pelayaran.
BPBD Kota Makassar secara tegas mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri melaut maupun melakukan kegiatan wisata di perairan selama periode cuaca ekstrem berlangsung. Warga pesisir diminta mengamankan perahu, kapal kecil, serta perlengkapan melaut lainnya guna menghindari kerusakan akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
Potensi Cuaca Ekstrem di Perairan dan Daratan
Informasi cuaca terbaru menunjukkan bahwa wilayah perairan Selat Makassar sangat berisiko. Angin kencang dan gelombang tinggi menjadi ancaman serius bagi aktivitas maritim. Oleh karena itu, imbauan untuk menghindari aktivitas di laut menjadi sangat penting.
Selain perairan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis potensi curah hujan tinggi. Sebanyak 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan diprediksi akan mengalami kondisi ini dalam waktu dekat. Beberapa daerah bahkan sudah masuk kategori waspada hingga awas.
Daftar wilayah di Sulawesi Selatan yang berpotensi terdampak curah hujan tinggi meliputi:
- Kabupaten Bantaeng
- Kabupaten Barru
- Kabupaten Bone
- Kabupaten Bulukumba
- Kabupaten Gowa
- Kabupaten Jeneponto
- Kabupaten Maros
- Kabupaten Pangkep
- Kabupaten Sinjai
- Kabupaten Soppeng
- Kabupaten Takalar
- Kota Makassar
Kondisi cuaca ekstrem ini sangat rawan memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Hal ini terutama berlaku di daerah dengan topografi perbukitan dan kawasan aliran sungai, sehingga pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah siaga harus meningkatkan kewaspadaan.
Kesiapan BPBD dan Layanan Darurat
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan situasi darurat, BPBD Kota Makassar telah menyiapkan sarana prasarana. Dua unit perahu karet rescue standar BPBD siap digunakan untuk operasi penyelamatan dan evakuasi apabila dibutuhkan. Kesiapan ini penting untuk merespons cepat jika terjadi insiden.
BPBD Kota Makassar juga menyediakan layanan darurat dan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi darurat akibat cuaca ekstrem. Layanan tersebut dapat diakses melalui nomor darurat 112, aplikasi Lontara+, serta layanan BPBD Kota Makassar di nomor 081551121112.
Pemerintah Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan. Koordinasi lintas sektor serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Sumber: AntaraNews