Bos Kopi Tewas Tragis Bagian Bawah Tubuhnya Hilang saat Bertani di Kebun Kopi Keluarganya
Tubuh korban ditemukan dengan kondisi bagian bawahnya hilang, yang diduga akibat serangan harimau.
Zainudin (28), seorang petani kopi dari Purworejo, Jawa Tengah, ditemukan tewas dengan cara yang sangat tragis di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat.
Korban ditemukan dalam keadaan tanpa bagian bawah tubuhnya, yang diduga disebabkan oleh serangan harimau.
Camat Batubrak, Ruspel Gultom, menginformasikan bahwa korban ditemukan tiga hari setelah peristiwa tersebut terjadi.
"Korban dievakuasi pada pukul 12.10 WIB, tetapi laporan awal sudah kami terima sejak Selasa sore. Warga tidak berani mendekati lokasi karena khawatir harimau masih berkeliaran di kawasan tersebut," ungkap Ruspel pada Rabu (22/1).
Proses evakuasi dilakukan pada pagi hari setelah berkoordinasi dengan pihak TNI, Polri, dan petugas TNBBS. Penundaan evakuasi hingga pagi hari diambil untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
Ada Imbauan
Korban diketahui sedang mengelola kebun kopi milik keluarganya yang telah dikelola secara turun-temurun selama lebih dari dua dekade. Namun, lokasi kebun tersebut berada di dalam wilayah TNBBS, yang merupakan habitat bagi satwa liar, termasuk harimau Sumatera.
"Saya jujur tidak berani melihat, tetapi pihak Puskesmas menyampaikan bahwa bagian bawah tubuh korban sudah tidak ada, dari pinggang ke bawah sudah hilang," kata Ruspel.
Ruspel juga mengungkapkan bahwa pihak kecamatan bersama TNI-Polri sebelumnya telah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di kawasan hutan guna mencegah potensi konflik dengan satwa liar.
"Kami telah memberikan imbauan, tetapi itu hanya sebatas peringatan. Sebagian besar lahan garapan warga terletak di wilayah TNBBS, dan ini membawa risiko besar," ujarnya.
Jejak Kaki Harimau
Ia menambahkan bahwa insiden ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Batu Berak. Meskipun demikian, beberapa bulan sebelumnya, warga sempat dikejutkan dengan penemuan jejak kaki harimau di tanah becek di Talang Kubu Balak, tidak jauh dari tempat ditemukannya korban.
Jenazah Zainudin telah dievakuasi ke puskesmas setempat dan akan segera dikirim ke rumah duka di Purworejo, Jawa Tengah. Ruspel menekankan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghindari area yang menjadi habitat predator.
"Musibah ini sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat lebih waspada dan menjauhi wilayah hutan, terutama area yang jelas merupakan habitat satwa liar seperti harimau. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak," tutupnya.