BMKG Peringatkan Potensi Peningkatan Curah Hujan di Malut, Warga Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi
BMKG memprakirakan adanya peningkatan curah hujan di Malut dalam sepekan ke depan. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat kondisi cuaca ekstrem ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate memprakirakan Provinsi Maluku Utara (Malut) akan didominasi hujan dengan intensitas bervariasi dalam sepekan ke depan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah daerah terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Petugas prakirawan cuaca BMKG Sultan Baabullah Ternate, Muhammad Dzikrie Abdul Fattah, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap cuaca di wilayah timur Indonesia. Fenomena La Nina lemah menjadi salah satu pemicu utama peningkatan potensi pembentukan awan hujan.
Prakiraan cuaca ini berlaku untuk periode 19 hingga 25 Februari 2026, dengan potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat terjadi secara fluktuatif. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dampak buruk yang mungkin timbul.
Dinamika Atmosfer Pemicu Peningkatan Curah Hujan
Peningkatan curah hujan di Maluku Utara tidak terlepas dari dinamika atmosfer yang terjadi. Pada skala global, nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan indeks Niño 3.4 menunjukkan kondisi La Nina lemah. Kondisi ini secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan potensi pembentukan awan hujan di wilayah timur Indonesia.
Secara regional, terpantau adanya belokan dan perlambatan angin di atas wilayah Maluku Utara. Situasi ini menyebabkan penumpukan massa udara yang sangat berperan dalam proses pembentukan awan hujan konvektif. Penumpukan massa udara ini menjadi faktor penting dalam memicu hujan dengan intensitas beragam.
Kombinasi antara La Nina lemah dan kondisi regional tersebut menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya hujan. Intensitas hujan diprediksi bervariasi dari ringan hingga lebat, dan dapat terjadi kapan saja, baik pagi, siang, sore, malam, maupun dini hari.
Prakiraan Intensitas Hujan di Maluku Utara
BMKG telah merinci prakiraan cuaca untuk Maluku Utara selama periode 19 hingga 25 Februari 2026. Secara umum, kondisi cuaca diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Namun, ada potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah.
Pada tanggal 19–20 Februari 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah. Ini mencakup Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Pulau Taliabu.
Intensitas hujan diperkirakan akan meningkat menjadi sedang hingga lebat pada 21–22 Februari 2026. Hujan lebat ini akan disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara. Selanjutnya, pada 23–25 Februari 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi secara merata di sebagian besar wilayah.
Antisipasi dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi ini. Potensi bencana yang mungkin terjadi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang. Semua dampak ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi darat dan laut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diimbau untuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air dalam kondisi siap menghadapi peningkatan curah hujan. Koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar-pihak perlu diintensifkan guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.
Masyarakat juga diminta untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai menerapkan langkah mitigasi sederhana. Hal ini meliputi tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, serta bergotong royong menata lingkungan sekitar. Mengikuti informasi resmi dan pembaruan prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate sangat penting agar langkah antisipatif dapat diambil secara tepat.
Sumber: AntaraNews