Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa sebagian wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Minggu, 1 Februari 2026. Prakiraan cuaca ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat di berbagai daerah.
Prediksi ini disampaikan oleh Prakirawan BMKG Wilayah I, Defri Mandoza, di Medan, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kondisi cuaca yang berpotensi hujan ini diperkirakan akan berlangsung dari pagi hingga dini hari di beberapa lokasi.
Pembentukan awan hujan di wilayah Sumatera Utara ini didukung oleh kondisi suhu udara, kelembaban, serta pola angin yang bergerak dari timur laut-timur, sebagaimana dijelaskan oleh Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Ordain Novena Marpaung.
Advertisement
Advertisement
Secara umum, pada Minggu pagi, cuaca di Sumatera Utara diprakirakan berawan. Namun, potensi hujan ringan sudah dapat terjadi di wilayah Batubara, Nias Utara, dan sekitarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang akan meluas ke beberapa wilayah. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan dapat mengguyur Asahan, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Labuhanbatu Utara, Kepulauan Nias, Pakpak Bharat, Samosir, dan Tapanuli Tengah.
Pada malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang masih akan berlanjut di wilayah Asahan, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Masyarakat di area tersebut diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca.
Advertisement
Bahkan pada dini hari, sebagian wilayah Sumatera Utara masih berpotensi mengalami hujan ringan. Kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca yang dinamis.
Advertisement
Selain potensi Hujan Sumatera Utara, BMKG juga merilis data mengenai kondisi cuaca lainnya. Suhu udara rata-rata diperkirakan berkisar antara 15 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 70 hingga 100 persen.
Angin di wilayah Sumatera Utara umumnya bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 7 kilometer per jam. Sementara itu, pola angin di perairan Sumatera Utara umumnya bergerak dari timur laut-timur dengan kecepatan angin berkisar 4-27 knot, yang berkontribusi pada proses pembentukan awan hujan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait tinggi gelombang laut. Tinggi gelombang laut 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Advertisement
Kondisi gelombang tinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Christen Ordain Novena Marpaung menyatakan, "Berisiko terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 km dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, juga bagi kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter."
Sumber: AntaraNews