BMKG Imbau Warga Maluku Utara Waspada Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi 4-6 Januari 2026
BMKG Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini agar warga Maluku Utara waspada cuaca buruk dan gelombang tinggi yang berpotensi terjadi pada 4-6 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini. Peringatan ini ditujukan kepada masyarakat Maluku Utara (Malut) terkait potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Kondisi ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung selama periode 4 hingga 6 Januari 2026. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.
Petugas Prakirawan BMKG Sultan Baabullah Ternate, Fahmi A Bachdar, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer menunjukkan adanya pertemuan dan belokan angin. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif penyebab cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
Secara umum, cuaca di Maluku Utara didominasi cerah berawan, namun potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap ada. Hujan ini dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Pada Minggu, 4 Januari 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang meliputi Kabupaten Halmahera Utara (Tobelo, Kao, Malifut), Kabupaten Pulau Morotai, dan Kabupaten Halmahera Barat (Loloda Selatan, Ibu, Jailolo).
Selain itu, Kota Ternate (Ternate, Batang Dua, Hiri), Kota Tidore Kepulauan (Tidore, Soa Sio, Oba), Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Pulau Taliabu (Taliabu Barat, Taliabu Utara, Taliabu Selatan) juga perlu waspada.
Pada Senin, 5 Januari 2026, potensi cuaca buruk meluas ke Kabupaten Halmahera Timur (Maba, Buli, Wasile), Kabupaten Halmahera Tengah (Weda, Patani), dan Kabupaten Halmahera Selatan (Bacan, Kasiruta, Makian, Kayoa, Gane, Widi, Obi).
Selasa, 6 Januari 2026, potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Maluku Utara.
Ancaman Gelombang Tinggi di Perairan Maluku Utara
Selain potensi cuaca buruk di daratan, BMKG juga mengingatkan akan potensi gelombang tinggi hingga mencapai 2 meter di beberapa wilayah perairan Maluku Utara.
Kondisi ini sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya bagi nelayan tradisional dan transportasi laut antarpulau.
Pada Minggu, 4 Januari 2026, wilayah perairan yang berpotensi gelombang tinggi meliputi perairan Loloda–Morotai, perairan Halmahera Barat, dan perairan Batang Dua.
Pada Senin, 5 Januari 2026, wilayah perairan yang perlu diwaspadai adalah perairan timur Halmahera–Gebe.
Selasa, 6 Januari 2026, potensi gelombang tinggi masih meliputi perairan Loloda–Morotai, perairan Halmahera Barat–Batang Dua, perairan timur Halmahera–Gebe, serta perairan Gebe.
Imbauan BMKG untuk Kewaspadaan Masyarakat
BMKG Sultan Baabullah Ternate mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini juga berlaku bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di laut.
Kewaspadaan ini penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan akibat cuaca ekstrem. Langkah antisipasi dini dapat membantu meminimalkan potensi kerugian dan menjaga keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat.
Sumber: AntaraNews