BGN Sebut Makan Bergizi Gratis Bisa Kurangi Tawuran, Ini Alasannya
Dengan program MBG yang dijalankan Presiden Prabowo, siswa akan mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menekan angka tawuran di Indonesia, karena dapat meredam kemarahan akibat rasa lapar.
"Karena rasa lapar, rasa lapar itu me-trigger kemarahan. Hungry people is angry people. Rakyat yang lapar itu rakyat yang marah, dipenuhi dengan kemarahan," kata Tigor dalam diskusi Double Check yang digelar oleh Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air (GEMPITA) bertajuk 'Ada Apa dengan Prabowo' pada Sabtu (10/5).
Menurut Tigor, dengan program MBG yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto, siswa akan mendapatkan asupan gizi yang cukup. Hal itu, katanya, dapat mengurangi potensi emosi negatif dan perilaku menyimpang seperti tawuran.
"Jadi dengan Bapak itu membuat dengan anak-anak diberikan makan cukup, gizi cukup, mudah-mudahan nanti jumlah tawuran berkurang ya," tambahnya.
Negara Kuat Harus Bebas dari Kelaparan
Tigor menegaskan, Presiden Prabowo Subianto sangat serius terhadap keberhasilan program MBG, karena memiliki tujuan strategis nasional.
"Pak Prabowo juga sempat menyebutkan ke kami bahwa negara itu harus mampu mempertahankan diri dari ancaman kelaparan terutama terhadap anak-anaknya. Karena beliau bilang, negara yang lapar, negara yang gak kuat secara makanan, dia akan lemah," ujar Tigor.
Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan sejumlah negara di Afrika yang rentan mengalami konflik dan peperangan akibat kelaparan.
"Dan itu terjadi di Afrika. Afrika itu menjadi negara yang sangat rentan dengan pertempuran, peperangan, antarsuku," ucapnya.