Belasan Warga Terdampak Unjuk Rasa di Mataram Ditangani Dinkes, Fakta Unik: Tak Ada yang Parah!
Dinas Kesehatan Mataram sigap menangani belasan warga sipil yang terdampak aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD NTB, namun kondisi mereka mengejutkan. Simak detailnya!
Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat menangani belasan warga sipil yang terdampak aksi unjuk rasa. Peristiwa ini terjadi di depan gedung DPRD NTB pada Sabtu (30/8) lalu. Laporan yang diterima oleh Dinas Kesehatan Mataram pada Minggu (31/8) menunjukkan adanya 18 warga yang memerlukan penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa seluruh warga yang terdampak telah mendapatkan penanganan. Mereka dirawat di beberapa fasilitas kesehatan terdekat. Fasilitas tersebut meliputi Puskesmas Pagesangan, Puskesmas Mataram, dan Rumah Sakit Angkatan Darat Mataram.
Sebagian besar warga yang ditangani mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah luka akibat terkena pecahan atau beling, serta iritasi akibat gas air mata. Seluruh korban dipastikan dalam kondisi stabil dan tidak ada yang mengalami luka parah.
Detail Penanganan Medis Warga Terdampak
Sebanyak 18 warga yang terdampak aksi unjuk rasa tersebut telah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Tim medis dari berbagai puskesmas di Mataram sigap dalam memberikan pertolongan pertama. Penanganan dilakukan secara profesional untuk memastikan kondisi pasien membaik.
Rata-rata keluhan yang dialami oleh para korban adalah luka ringan. Beberapa di antaranya mengalami luka gores atau memar akibat terkena pecahan benda. Ada pula warga yang mengeluhkan iritasi pada mata dan pernapasan akibat paparan gas air mata. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang memerlukan rawat inap.
Dr. Emirald Isfihan menegaskan bahwa kondisi seluruh pasien tidak ada yang parah. Setelah mendapatkan penanganan dan observasi, mereka semua diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Seluruh 18 orang yang ditangani merupakan warga sipil, tanpa ada keterlibatan dari pihak aparat keamanan.
Meskipun demikian, terdapat satu kasus khusus yang melibatkan seorang siswa SMK berusia sekitar 15-16 tahun. Siswa tersebut juga terdampak aksi unjuk rasa dan kini sedang dalam koordinasi lebih lanjut. Dinas Kesehatan Mataram bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk penanganan kasus ini.
Kesiapsiagaan Dinkes Mataram dan Imbauan Keselamatan
Selama berlangsungnya aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan mahasiswa hingga insiden pembakaran gedung DPRD NTB, Dinas Kesehatan Kota Mataram berada dalam status siaga penuh. Petugas medis tidak diturunkan langsung ke lokasi kejadian. Namun, mereka tetap bersiaga di 11 puskesmas yang tersebar di seluruh Kota Mataram.
Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Setiap puskesmas telah menyiapkan tim dan fasilitas yang memadai untuk menghadapi potensi korban. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi selama unjuk rasa.
Di samping upaya penanganan, dr. Emirald juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Penting bagi warga untuk menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan atau membahayakan keselamatan. Kesadaran diri dan tindakan pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan pribadi.
Masyarakat disarankan untuk segera menjauhi area yang rawan konflik. "Kalau ada potensi kericuhan, lebih baik menghindar ke tempat yang aman," tegas dr. Emirald. Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah korban dan memastikan keselamatan seluruh warga Kota Mataram.
Sumber: AntaraNews