Belajar dari Purwakarta, Pemkot Depok Masih Godok Anggaran Wajib Militer Bagi Pelajar Nakal
Purwakarta telah melaksanakan arahan itu dengan mendidik siswa dan anak-anak nakal di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9.
Pemerintah Kota Depok tengah mempertimbangkan arahan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengenai program pembinaan untuk anak-anak yang bermasalah di lingkungan militer. Sebelumnya, Purwakarta telah menerapkan program serupa dengan mendidik anak-anak yang sering terlibat tawuran di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta.
Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Pemkot Depok sedang mengkaji aspek penganggaran untuk anak-anak yang akan dibina di institusi TNI. Setelah proses penjajakan ini, Pemkot Depok akan melaksanakan arahan dari Gubernur Dedi Mulyadi.
"Dari sisi penganggaran kita coba pelajari yang digulirkan oleh Purwakarta, nanti seperti apa, mudah-mudahan juga bisa kita implementasikan di Kota Depok," kata Supian, Jumat (2/5).
Supian menambahkan bahwa pembinaan untuk anak-anak yang terlibat tawuran dan perilaku nakal lainnya sedang dalam tahap studi. Pemkot Depok merencanakan dua pendekatan dalam menangani masalah ini sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jawa Barat.
"Ada dua kemungkinan. Pertama, kita buat lagi seperti yang dilakukan di sana atau kita bergabung saja," ujar Supian.
Supian berharap jumlah anak-anak nakal yang membutuhkan pendidikan militer di kesatuan TNI di Kota Depok tidak terlalu banyak. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan untuk membangun fasilitas pembinaan baru bagi siswa-siswa yang bermasalah.
"Mudah-mudahan kan enggak terlalu banyak jumlah yang masuk kategori itu, sehingga kita cukup mengirimkan, kita ikut pembiayaan biar enggak terlalu harus buat punya sekolah masing-masing," tambah Supian.
Selanjutnya, Supian akan terus meneliti kemungkinan pengiriman anak-anak nakal dari Kota Depok ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta. Jika Kota Depok bergabung dengan program tersebut, maka akan dipertimbangkan dukungan yang diperlukan.
"Jadi kita lihat, kalau memang bisa digabung di sana kita ikut berkontribusi seperti apa. Sampai saat ini belum ada (anak nakal)," tutup Supian.
Puluhan Pelajar Nakal di Purwakarta Mulai Dikirim ke Barak TNI, Dibina Enam Bulan hingga Satu Tahun
Pemerintah Kabupaten Purwakarta, yang terletak di Jawa Barat, telah memulai program pembinaan karakter melalui pendidikan semimiliter bagi para pelajar nakal. Program ini dilaksanakan di Markas TNI Resimen Armed 1/Sthira Yudha/1 Kostrad yang berada di Jalan Raya Sadang-Subang, Purwakarta.
"Hari ini kita mulai pendidikan semimiliter, sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi," ungkap Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, pada Kamis (1/5/2025) yang dilansir oleh Antara.
Saepul menjelaskan bahwa Pemkab Purwakarta sudah siap untuk melaksanakan kebijakan pendidikan semimiliter ini dan pelaksanaan program tersebut dimulai hari ini. Ia menambahkan bahwa pendidikan semimiliter untuk siswa nakal akan berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun.
"Semoga dengan pendidikan militer ini, para siswa bisa mengubah kebiasaan buruk menjadi berperilaku baik. Menghormati orang tuanya, tidak melawan, dan tidak nakal lagi," kata Saepul. Harapannya, siswa yang sebelumnya berperilaku tidak baik dapat bertransformasi menjadi lebih baik.
Dalam proses pelaksanaannya, Saepul menyatakan bahwa setiap siswa nakal akan dibawa ke markas TNI dengan didampingi oleh orang tuanya. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengawasan dan pembinaan yang lebih efektif bagi para siswa. Dengan pendekatan ini, diharapkan pendidikan semimiliter dapat memberikan dampak positif terhadap perilaku mereka ke depannya.