Membedah Isi Materi untuk Siswa Nakal Dididik di Barak TNI

Pembinaan anak-anak bermasalah itu kerja sama TNI AD dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Membedah Isi Materi untuk Siswa Nakal Dididik di Barak TNI
Membedah Isi Materi untuk Siswa Nakal Dididik di Barak TNI (Merdeka.com)

TNI AD menjelaskan materi diberikan kepada pelajar nakal untuk dididik di barak militer. Pembinaan anak-anak bermasalah itu kerja sama TNI AD dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan, pembinaan terhadap anak-anak nakal itu adalah program bernama Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan. Program itu dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi di Bandung, dan di Markas Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1 Kostrad di Purwakarta.

"Jadi gini, yang sedang dididik untuk disiplin gitu ya, karakter, disiplin itu di Purwakarta dan di Kerawang itu untuk materinya tuh nanti ada materi bela negara, Kebangsaan, Kedisiplinan, Kemandirian, karena kan dia kan menata tempat tidurnya sendiri dan lain-lain," kata Wahyu saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (3/5).

Selain materi bela negara, Wahyu menuturkan pendidikan diberikan terhadap anak-anak tersebut seperti latihan dasar kepemimpinan, pendidikan karakter. Kemudian pendidikan mengenai Pancasila, penyuluhan bahaya narkoba serta aturan baris berbaris.

"Ada outbound, ada icebreaking juga game-game gitu," ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, pengisi materi bagi anak-anak itu bukan hanya dari TNI. Tenaga pendidik berasal dari unsur TNI AD, Polri, dinas pendidikan, dinas kesehatan, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) serta tenaga pendidik sesuai bidang masing-masing.

"Karena yang mendidik itu bukan cuma tentara saja, bukan cuma TNI AD aja. Ada Polri-nya juga, ada dari Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan ini melaksanakan fungsi bimbingan penyuluhan, bimbingan konseling, penyuluhan biasanya mereka habis bermasalah terus dipanggil sekolah," kata Wahyu.

Wahyu menuturkan, proses pendidikan diberikan juga seperti di sekolah pada umumnya. Dia mencontohkan ketika anak dikirim ke barak militer mengikuti pendidikan bermasalah di sekolah. Nantinya seorang guru Bimbingan Konseling mengisi materi ke asrama TNI. Tenaga pendidik tersebut memberikan materi mengenai Bimbingan Konseling seperti proses belajar mengajar di sekolah dan ada jadwalnya.

Kemudian Dinas Kesehatan juga mengutus perwakilan tenaga pendidiknya ke asrama. Dinas Sosial dan dari Lembaga Perlindungan Anak.

Dia menegaskan, pendidikan pembentukan karakter dan kedisiplinan ini bukan merupakan bentuk pendidikan militer atau pendidikan ala militer. Walaupun dilaksanakan di lingkungan asrama militer, pendidikan itu lebih mengedepankan pendekatan secara personal maupun kelompok melalui bimbingan dan pengasuhan.

"Jadi enggak isinya melulu, disiplin, karakter Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa enggak, ada jadwal pelajaran sekolahnya juga di situ," kata Wahyu.

Wahyu mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan karakter ini adalah untuk membina generasi bangsa yang terdiri dari siswa-siswi tingkat SMP dan SMA atau sederajat yang memiliki permasalahan kepribadian maupun perilaku menyimpang, yang berurusan dengan suatu tindak pidana.

Adapun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa anak-anak yang akan mengikuti program itu adalah anak-anak yang kerap ikut tawuran, mengonsumsi minuman beralkohol, hingga anak-anak yang kecanduan gim daring.

Untuk awal jumlah peserta yang menjalani pendidikan di Rindam III/Siliwangi ada sekitar 80 orang siswa. Sedangkan yang menjalani pendidikan di Resimen Armed 1 Purwakarta terdaftar sejumlah 40 orang siswa.

"Terus mereka yang datang ke Purwakarta dan Bandung atas persetujuan dari orangtua masing-masing. Terus kalsifikasinya juga, kriterianya sudah ditentukan Pemprov Jabar," tandas Wahyu.

Rekomendasi