BBPOM Soroti Tren Positif Keamanan Pangan Sumbar, Masyarakat Diimbau Waspada Parsel Lebaran
BBPOM Padang melaporkan tren positif keamanan pangan Sumbar berkat sinergi pemerintah daerah, namun masyarakat tetap diimbau waspada terhadap parsel Lebaran yang beredar.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang mengumumkan tren keamanan pangan di Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, menyatakan bahwa kondisi ini merupakan indikasi positif dari upaya pengawasan yang telah dilakukan. Pihaknya terus melakukan pengujian sampel secara intensif di berbagai lokasi strategis.
Martin Suhendri menjelaskan, di Kota Padang saja, BBPOM menargetkan 20 hingga 25 sampel untuk pengujian lapangan guna memastikan kualitas produk pangan. Hasil positif ini tidak terlepas dari kerja sama erat antara pemerintah daerah dan BBPOM dalam mengawasi peredaran makanan. Sinergi ini bertujuan melindungi masyarakat dari produk pangan berbahaya.
Pada tahun 2025, BBPOM menemukan empat pelanggaran serius, termasuk penggunaan pewarna tekstil Rhodamin B pada produk pangan. Namun, untuk tahun ini, tren pelanggaran tersebut menunjukkan penurunan signifikan, menandakan efektivitas program pengawasan. Pengawasan ini semakin diintensifkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sinergi Pengawasan Keamanan Pangan Sumbar Menghasilkan Tren Positif
Tren positif keamanan pangan Sumbar ini merupakan buah dari sinergisitas yang kuat antara BBPOM Padang dan pemerintah daerah. Dinas Kesehatan serta Dinas Perdagangan di wilayah tersebut berperan aktif dalam mendukung program pengawasan. Kolaborasi ini memastikan cakupan pengawasan yang lebih luas dan efektif.
Martin Suhendri menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi kunci utama dalam menekan angka pelanggaran keamanan pangan. Dengan adanya dukungan penuh dari instansi daerah, BBPOM dapat lebih optimal dalam menjalankan tugasnya. Upaya bersama ini menciptakan lingkungan pangan yang lebih aman bagi konsumen.
Pengawasan tidak hanya berhenti pada identifikasi pelanggaran, tetapi juga mencakup edukasi kepada pelaku usaha. BBPOM secara rutin memberikan sosialisasi mengenai standar keamanan pangan yang harus dipenuhi. Hal ini bertujuan meningkatkan kesadaran produsen dan pedagang akan pentingnya menjual produk yang aman.
Intensifikasi Pengawasan dengan Laboratorium Keliling dan Razia Parsel
Untuk memaksimalkan pengawasan keamanan makanan, BBPOM mengerahkan mobil laboratorium keliling. Kendaraan khusus ini memungkinkan uji sampel secara real time di berbagai lokasi, seperti pusat kuliner dan pasar takjil. Metode ini mempercepat identifikasi produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
Selain itu, BBPOM juga telah memeriksa 26 sarana distribusi, meliputi ritel dan distributor, untuk memastikan produk yang beredar aman. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, fokus pengawasan diperluas dengan melakukan razia parsel atau makanan kemasan. Langkah ini untuk menjamin keamanan setiap produk yang akan dikonsumsi masyarakat saat Lebaran.
Razia parsel ini sangat penting mengingat tingginya peredaran bingkisan makanan selama periode Lebaran. BBPOM berupaya mencegah masuknya bahan-bahan berbahaya ke dalam produk yang dikonsumsi. Tujuannya adalah melindungi kesehatan masyarakat dari risiko pangan yang tidak layak konsumsi.
Imbauan BBPOM dan Dukungan Pemerintah Daerah untuk Keamanan Pangan
BBPOM mengingatkan seluruh pelaku usaha agar memastikan setiap produk parsel yang dijual menyertakan masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Lebaran. Ini merupakan standar penting untuk menjamin kualitas dan keamanan produk hingga dikonsumsi. Kepatuhan terhadap aturan ini sangat diharapkan.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan menerapkan prinsip "Cek KLIK" saat membeli produk pangan. Prinsip ini meliputi pemeriksaan kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Dengan melakukan pemeriksaan mandiri, konsumen dapat turut serta dalam menjaga keamanan pangan keluarga.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyambut baik langkah proaktif BBPOM dalam mengawasi keamanan makanan dan minuman, terutama di pasar takjil. Beliau menyatakan bahwa ini adalah bentuk layanan dan jaminan kehadiran pemerintah. Tujuannya adalah melindungi masyarakat agar merasa aman saat menikmati hidangan berbuka puasa.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menerapkan prinsip "Cek KLIK" saat membeli produk pangan:
- Kemasan: Pastikan kemasan tidak rusak atau cacat.
- Label: Periksa informasi label produk dengan cermat.
- Izin Edar: Pastikan produk memiliki izin edar dari lembaga berwenang.
- Kedaluwarsa: Periksa tanggal kedaluwarsa produk untuk memastikan masih layak konsumsi.
Sumber: AntaraNews