Basarnas Ambon Libatkan KP Polairud dalam Pencarian Penumpang Speedboat di Maluku Barat Daya
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Maluku untuk melanjutkan pencarian delapan penumpang speedboat yang tenggelam di Perairan Pulau Dai, Maluku Barat Daya, usai diterjang cuaca buruk. Upaya pencarian penu
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku, telah mengambil langkah proaktif dalam pencarian penumpang speedboat yang hilang. Mereka berkoordinasi erat dengan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku untuk mengerahkan Kapal Patroli (KP) XVI 2006. Kapal ini akan menjadi aset vital dalam operasi penyelamatan delapan individu yang masih belum ditemukan.
Insiden tragis ini terjadi di Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), setelah speedboat tersebut diterjang cuaca ekstrem. Speedboat yang membawa sepuluh penumpang itu awalnya berlayar dari Desa Sinairusi menuju Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar, pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Namun, gelombang tinggi dan angin kencang yang tiba-tiba melanda menyebabkan kapal itu tenggelam secara tak terduga.
Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, mengonfirmasi bahwa proses koordinasi intensif telah berlangsung sejak Minggu, 14 Juni 2026, tepatnya pukul 08:00 WIT. Saat ini, tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Pos SAR Saumlaki dan Ditpolairud sedang bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka membawa harapan besar untuk menemukan para korban dalam operasi pencarian penumpang speedboat ini.
Detail Lokasi dan Upaya Awal Penyelamatan
Titik koordinat lokasi kejadian tenggelamnya speedboat telah teridentifikasi secara presisi pada LKK 7°39'2.95"S, 129°38'27.61"E. Area ini terletak di sekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya, dengan jarak sekitar 264 Nautical Mile (NM) ke arah Tenggara dari BRIN Ambon. Penentuan lokasi ini sangat krusial untuk mengarahkan tim SAR secara efektif.
Dari total sepuluh penumpang yang berada di dalam speedboat, dua di antaranya berhasil selamat dari musibah tersebut. Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42) menunjukkan ketahanan luar biasa dengan berenang kembali ke Desa Sinairusi. Kedatangan mereka menjadi sumber informasi pertama mengenai insiden tersebut.
Setelah mencapai desa, kedua korban selamat segera meminta bantuan dari masyarakat setempat untuk melakukan pencarian penumpang speedboat lainnya. Meskipun upaya awal pencarian oleh masyarakat telah dilakukan, sayangnya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Kepala BPBD Kabupaten MBD, Jemmy Lico, kemudian melaporkan kecelakaan laut ini kepada Basarnas Ambon untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinasi Lintas Instansi dan Tantangan Cuaca
Dalam upaya pencarian penumpang speedboat, Basarnas Ambon juga menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi telah dilakukan dengan Bapak Dace Laipeni, Camat Babar Barat, dan Kapolsek Tepa untuk mengumpulkan informasi. Informasi mengenai partisipasi kapal kargo KM Teifelin dalam pencarian sebelumnya menjadi fokus penting.
KM Teifelin dilaporkan telah menyelesaikan misinya dan kembali bersandar di Pelabuhan Tepa pada Sabtu, 13 Juni 2026 malam, tepatnya pukul 00:00 WIT. Namun, hasil dari upaya pencarian yang dilakukan oleh kapal kargo tersebut juga nihil, tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan para korban. Hal ini menunjukkan kompleksitas dan kesulitan dalam operasi penyelamatan di perairan tersebut.
Rencana untuk melanjutkan pencarian penumpang speedboat pada hari ketiga oleh masyarakat lokal juga sedang disiapkan. Mereka berencana menggunakan speedboat dan longboat atau perahu panjang setelah proses pengisian bahan bakar selesai. Kondisi cuaca di sekitar Perairan Pulau Dai terus dipantau ketat, mengingat gelombang tinggi dan angin kencang menjadi faktor utama insiden ini. Hingga saat laporan ini disusun, tim SAR Gabungan masih berjuang dan belum menemukan hasil.
Sumber: AntaraNews