Bahlil Ungkap Pegalaman Satu Tahun Jadi Menteri Prabowo, 'Tiap Ikut Rapat Pasti Ditegur'
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, berbagi pengalaman selama setahun bekerja dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, berbagi pengalaman selama setahun bekerja di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap menteri pasti pernah menerima teguran dari Presiden jika kinerjanya tidak optimal.
Namun, Bahlil menjelaskan bahwa teguran dari Prabowo merupakan bentuk perhatian agar mereka lebih baik dalam menjalankan tugas demi kepentingan bangsa dan negara.
"Setiap dipanggil pasti ditegur. Ditegur sapa, ditegur sayang, ditegur perintah, ya kan tegur kan semuanya kan? Dan Bapak Presiden kan orangnya sangat terbuka, jadi pasti mungkin kamu juga kalau tiap hari ikut rapat pasti ditegur," ungkap Bahlil dengan nada bercanda.
Ketika ditanya mengenai isu bahwa ada menteri yang ditegur oleh Presiden hingga tiga kali, Bahlil mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia memberikan pesan bahwa para menteri seharusnya tidak saling mengganggu dalam menjalankan tugas masing-masing.
"Saya enggak tahu ya (teguran) yang dimaksudkan seperti apa, kita sesama bis kota jangan saling mendahului, ya," tutup Bahlil. Ketua Umum Partai Golkar itu juga menambahkan bahwa selama satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, fokus utama mereka adalah mencapai target kerja untuk rakyat. Ia menekankan bahwa semua yang dilakukan adalah untuk menjalankan perintah presiden sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami sebagai menteri, khususnya saya, hanyalah bisa bekerja menjalankan apa yang menjadi target, key performance index (KPI) dan apa yang menjadi perintah Bapak Presiden dan perintah undang-undang. Sudah barang tentu semuanya ini kita lakukan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," jelas Bahlil.
Tinjauan Kepuasan Publik terhadap Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran
Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hari ini resmi berusia satu tahun. Mereka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2024.
Menurut hasil survei Poltracking Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran terdistribusi secara merata di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Survei ini dilaksanakan pada periode 3 hingga 10 Oktober 2025.
"Relatif hampir merata di semua kewilayahan yang kita lakukan cross tabulation (tabulasi silang) mengapresiasi positif atau puas terhadap kinerja pemerintah," jelas Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, dalam presentasinya yang berjudul Survei Nasional Evaluasi 1 Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang ditayangkan di akun YouTube Poltracking TV pada hari Minggu (19/10/2025).
Survei dilakukan terhadap responden dari berbagai provinsi
Responden yang paling puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berasal dari Jawa Timur, dengan persentase mencapai 85,4 persen. Selanjutnya, responden dari Kalimantan menyusul dengan angka 83,9 persen, dan responden dari Sumatera sebesar 83,2 persen juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi.
Di sisi lain, 78,7 persen responden dari Jawa Barat juga merasa puas, sedangkan di wilayah Jakarta-Banten, tingkat kepuasan mencapai 77,1 persen. Selain itu, terdapat 72,4 persen responden dari Sulawesi yang menyatakan puas, 70,7 persen dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, 67,2 persen dari Bali dan Nusa Tenggara, serta 63,1 persen dari Maluku dan Papua.
Hanta menjelaskan, "Wilayah Sumatera dan Jatim tingkat kepuasan di atas 80 persen dan merata di semua wilayah."