Arus Mudik Lebaran Cirebon Meningkat H-7, Jalur Pantura Masih Terpantau Lancar
Peningkatan volume kendaraan mulai terlihat di Jalur Pantura Kota Cirebon pada H-7 Lebaran 2026, namun arus mudik Lebaran Cirebon dari Jakarta menuju Jawa Tengah dilaporkan masih relatif lancar.
Arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H-7 Lebaran, tepatnya pada 14 Maret 2026. Meskipun demikian, kondisi kendaraan yang bergerak dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah masih terpantau lancar dan belum mengalami kepadatan berarti. Peningkatan volume kendaraan ini menjadi perhatian utama pihak kepolisian dalam mengamankan kelancaran mudik.
Kepala Pos Pengamanan Kanggraksan Polres Cirebon Kota, AKP Juntar Hutasoit, menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan sudah mulai terlihat sejak Jumat malam, 13 Maret 2026. Peningkatan ini menandai dimulainya pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Meskipun demikian, Juntar menegaskan bahwa arus lalu lintas tetap terkendali.
Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif di ruas jalan tersebut untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik. Jalur Pantura Cirebon merupakan salah satu lintasan utama bagi kendaraan yang akan menuju wilayah Jawa Tengah. Oleh karena itu, persiapan matang telah dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan.
Peningkatan Arus Lalu Lintas di Pantura Cirebon
Peningkatan arus kendaraan yang terjadi di Jalur Pantura Cirebon pada H-7 Lebaran ini belum sepenuhnya didominasi oleh pemudik jarak jauh. AKP Juntar Hutasoit menyebutkan bahwa sebagian besar peningkatan volume kendaraan masih berasal dari aktivitas masyarakat lokal di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Aktivitas ini terutama didorong oleh kegiatan buka puasa bersama yang marak menjelang Lebaran.
Menurut Juntar, aktivitas masyarakat pada malam hari cukup tinggi, dengan banyak warga yang menggelar acara buka puasa bersama. Pergerakan ini terjadi baik dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon maupun sebaliknya. Meskipun demikian, peningkatan ini tetap menjadi indikator awal lonjakan kendaraan yang akan terjadi mendekati puncak arus mudik.
Data dari Dinas Perhubungan setempat mencatat bahwa sekitar empat hingga lima ribu kendaraan roda dua telah melintas di ruas arteri Kota Cirebon. Angka ini terhitung dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Data ini menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan, khususnya sepeda motor, sudah mulai aktif di jalur-jalur utama.
Strategi Pengamanan dan Pemantauan Arus Mudik
Untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran Cirebon, Polres Cirebon Kota bersama instansi terkait telah menerapkan strategi pengamanan yang komprehensif. Pengaturan lalu lintas di kawasan Simpang Kanggraksan dilakukan secara terus-menerus selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Operasi ini berlangsung selama 24 jam dengan sistem pergantian petugas untuk menjaga stamina dan fokus.
Petugas juga disiagakan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama di persimpangan jalan utama. Pos Pengamanan Kanggraksan memiliki peran vital dalam memantau dan melancarkan arus kendaraan dari empat simpang lampu lalu lintas di kawasan tersebut. Keberadaan pos ini menjadi kunci dalam mengurai kemacetan.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri merupakan upaya gabungan dari Polri, TNI, dan pemerintah daerah untuk mengamankan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapsiagaan petugas di lapangan diharapkan dapat menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.
Antisipasi Pemudik dan Pengalaman Perjalanan
Salah seorang pemudik asal Tegal, Jawa Tengah, bernama Endin, mengungkapkan pengalamannya dalam perjalanan dari Jakarta menuju kampung halamannya. Endin mengaku perjalanannya masih relatif lancar meskipun jumlah kendaraan mulai bertambah. Ini menunjukkan bahwa strategi berangkat lebih awal cukup efektif untuk menghindari kepadatan.
Endin memilih untuk berangkat lebih awal agar dapat menghindari kepadatan arus lalu lintas yang biasanya terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Keputusan ini mencerminkan kesadaran pemudik akan potensi kemacetan. Banyak pemudik lain juga diperkirakan akan mengikuti strategi serupa untuk mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Selain itu, pemudik juga diminta untuk mematuhi aturan lalu lintas serta beristirahat apabila merasa lelah. Dengan kesiapsiagaan petugas dan kesadaran pemudik, diharapkan arus mudik dapat berjalan lancar dan aman.
Sumber: AntaraNews