Polresta Cirebon mengambil langkah antisipasi serius terhadap potensi peningkatan volume kendaraan truk bersumbu tiga di ruas jalan arteri wilayahnya. Peningkatan ini diprediksi terjadi selama periode arus mudik Lebaran mendatang, mengingat adanya pembatasan operasional di jalan tol yang mengalihkan kendaraan logistik.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo, menjelaskan bahwa truk logistik tersebut akan dialihkan dari jalan tol menuju jalur arteri. Kondisi ini berpotensi besar menimbulkan kepadatan lalu lintas yang signifikan, khususnya di sepanjang jalur pantai utara (Pantura) Cirebon yang merupakan jalur vital.
Pengalihan rute ini merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan pembatasan operasional kendaraan bersumbu tiga di jalan tol, yang diberlakukan untuk mengurangi kepadatan dan memastikan kelancaran arus mudik bagi pemudik. Oleh karena itu, Polresta Cirebon telah menyiapkan berbagai strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas dan kelancaran lalu lintas di wilayahnya.
Advertisement
Advertisement
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Lonjakan Truk Sumbu Tiga di Arteri Cirebon
Untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi akibat Antisipasi Lonjakan Truk Sumbu Tiga, Polresta Cirebon telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Fokus utama berada di titik-titik rawan kemacetan seperti kawasan Pasar Sandang Tegalgubug serta simpang empat Weru, yang secara historis kerap mengalami perlambatan arus kendaraan yang signifikan.
AKP Yudha Satyo Rahardjo menegaskan bahwa jika terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan di jalur arteri Pantura, pihaknya tidak akan ragu untuk segera menerapkan sistem contra flow. Metode ini diharapkan sangat efektif dalam mengurai antrean kendaraan dan memperlancar pergerakan arus lalu lintas secara dinamis.
Selain penerapan contra flow, petugas juga akan memberlakukan metode trailing untuk mengendalikan pergerakan kendaraan truk. Strategi ini bertujuan untuk mencegah putar balik sembarangan atau manuver lain yang tidak teratur, yang berpotensi memperparah kemacetan dan mengganggu kelancaran arus di jalur padat tersebut.
Advertisement
Advertisement
Penempatan Personel dan Imbauan Keselamatan Mudik Lebaran
Polresta Cirebon tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas, tetapi juga menyiagakan personel di berbagai titik strategis sepanjang jalur arteri. Penempatan personel ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan memberikan respons cepat terhadap setiap situasi yang mungkin timbul.
Secara spesifik, enam personel akan ditempatkan di kawasan Weru, sementara tiga personel akan berjaga di Pasar Tegalgubug. Selain itu, sekitar tujuh personel akan disiagakan di wilayah Susukan hingga perbatasan Kabupaten Cirebon untuk memantau dan mengamankan jalur selama periode mudik.
Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (14/3), volume kendaraan yang melintas di jalur arteri Cirebon sudah mencapai sekitar 24 ribu kendaraan, menunjukkan potensi peningkatan yang signifikan. Data ini menjadi dasar bagi Polresta Cirebon untuk memperkuat persiapan dan strategi pengamanan lalu lintas.
Advertisement
AKP Yudha juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 2026. Ia menekankan pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan menjaga kesehatan selama perjalanan. Apabila merasa mengantuk, pemudik diimbau untuk segera menepi dan beristirahat, tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.
Sumber: AntaraNews