Angin Kencang Jember Tewaskan Satu Warga, BPBD Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
Satu warga Jember meninggal dunia tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (24/1/2026). BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem.
Angin kencang yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (24/1/2026), menyebabkan insiden tragis yang merenggut nyawa seorang warga. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah Mohammad Kholil (56), warga Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo. Kholil meninggal di tempat kejadian setelah tertimpa dahan pohon Sapen yang patah.
"Angin kencang mengakibatkan dahan pohon Sapen patah pada Sabtu (24/1), sehingga menimpa korban yang sedang berada di lahan kopi bersama istrinya, Yanti di petak 110 RPH hutan lindung dan korban langsung meninggal dunia di tempat," kata Edi di Kabupaten Jember, Minggu.
Kronologi Insiden Pohon Tumbang di Jember
Mohammad Kholil, seorang warga Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo, menjadi korban jiwa akibat dahan pohon Sapen yang patah pada Sabtu (24/1/2026). Ia sedang berada di lahan kopi di petak 110 RPH hutan lindung bersama istrinya, Yanti, ketika kejadian itu berlangsung. Dahan pohon yang tumbang langsung menimpa Kholil, menyebabkannya meninggal dunia di tempat kejadian.
Setelah insiden tersebut, istri korban segera menyampaikan kejadian kepada warga sekitar. Warga kemudian bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan mengevakuasi jenazah Kholil ke rumah duka. Tindakan cepat warga membantu proses penanganan awal musibah ini.
Pihak berwenang, termasuk Polsek dan Puskesmas Ledokombo, segera mendatangi rumah duka untuk melakukan pemeriksaan luar jenazah. "Pihak Polsek dan Puskesmas Ledokombo menuju rumah duka, guna melaksanakan pemeriksaan luar jenazah korban yang sudah meninggal dunia itu," ujar Edi.
Dampak Angin Kencang dan Kerusakan Fasilitas Umum di Jember
Selain menimbulkan korban jiwa, angin kencang di Desa Sumberbulus juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. Pohon tumbang menimpa atap Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut, mengakibatkan kerusakan signifikan pada bangunan.
Penanganan pohon tumbang yang mengenai Pustu Kesehatan telah berhasil diatasi, menunjukkan respons cepat dari pihak terkait dalam memulihkan kondisi fasilitas publik yang terdampak bencana. "Pohon tumbang yang mengenai Pustu Kesehatan sudah teratasi dan korban bencana yang meninggal dunia sudah dimakamkan oleh pihak keluarga," tambah Edi.
Data dari BPBD Jember mengungkapkan bahwa angin kencang yang terjadi pada 24-25 Januari 2026 berdampak luas di kabupaten tersebut. Tercatat satu orang meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka akibat bencana ini.
Kerusakan juga meluas ke sektor properti, dengan satu rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan lima rumah rusak ringan. Selain itu, tiga unit fasilitas umum juga terdampak di sembilan desa yang tersebar di lima kecamatan.
Imbauan BPBD Jember untuk Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Edi mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga perlu juga mewaspadai pohon yang berpotensi rawan tumbang," jelasnya.
Kewaspadaan ini mencakup pengamatan terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama pohon-pohon yang berpotensi rawan tumbang. Pencegahan dini dapat mengurangi risiko terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews