Aldila Sutjiadi Adaptasi Cuaca Dingin Ceko Jelang Ostrava Open
Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, beradaptasi dengan cuaca ekstrem di Ceko jelang Ostrava Open. Bagaimana persiapan Aldila menghadapi tantangan dingin dan jet lag bersama Giuliana Olmos?
Petenis putri kebanggaan Indonesia, Aldila Sutjiadi, kini tengah berjuang beradaptasi. Ia mempersiapkan diri menghadapi cuaca dingin ekstrem di Ceko jelang turnamen Ostrava Open.
Turnamen WTA 250 ini dijadwalkan berlangsung pada 1-7 Februari mendatang di Ostrava. Aldila akan kembali berpasangan dengan petenis Meksiko, Giuliana Olmos, dalam ajang bergengsi ini.
Adaptasi ini menjadi krusial untuk memastikan performa terbaiknya di lapangan. Tantangan utama meliputi suhu dingin mencapai -5 derajat Celcius serta potensi jet lag.
Tantangan Cuaca Dingin dan Jet Lag di Ostrava
Aldila Sutjiadi mengungkapkan bahwa cuaca dingin di Ceko menjadi tantangan utama yang harus dihadapinya. Meskipun demikian, ia bersyukur karena pertandingan akan berlangsung di dalam ruangan yang hangat.
"Mungkin tantangannya, pertama cuaca, karena di sini sangat dingin," kata Aldila kepada ANTARA melalui pesan instan. "Tapi untungnya kita main indoor, jadi di dalam lapangannya hangat, cuman di luarnya saja dingin."
Selain suhu ekstrem, jet lag juga menjadi perhatian Aldila setelah perjalanan panjang melintasi zona waktu. Namun, ia mengaku tidak mengalami masalah berarti setibanya di Ostrava pada Kamis (29/1) siang.
Aldila sempat melakukan latihan pada sore hari, kemudian makan malam, dan menutup hari sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Ia juga berhasil tidur nyenyak dan bangun pagi pada pukul 06.30, meminimalkan dampak jet lag yang sering terjadi.
Persiapan dan Harapan Aldila/Olmos
Aldila Sutjiadi telah menjalani dua sesi latihan intensif pada hari berikutnya setelah kedatangan di Ostrava. Ini menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan diri untuk Ostrava Open.
"Jadi hari ini pas bangun juga sudah oke, dan hari ini juga sudah latihan tadi dua kali," ungkap Aldila. Ia berharap jet lag tidak akan mengganggu fokusnya selama turnamen berlangsung.
Sebelum tiba di Ostrava, Aldila dan Olmos terhenti di babak kedua Australian Open setelah kalah dari unggulan kesembilan Nicole Michar-Martinez/Cristina Bucsa. Setelah itu, Aldila sempat pulang ke Jakarta selama 3-4 hari.
Kepulangan singkat ke Indonesia dimanfaatkan Aldila untuk beristirahat dan menjalani latihan selama dua hari. Ini adalah strategi untuk memulihkan kondisi fisik sebelum kembali bertolak ke Ceko.
Rekam Jejak Pasangan Aldila Sutjiadi dan Giuliana Olmos
Pasangan Aldila Sutjiadi dan Giuliana Olmos telah beberapa kali berduet di musim sebelumnya, menunjukkan potensi besar dalam berbagai turnamen WTA. Hasil terbaik mereka adalah menjadi runner-up di Guadalajara Open 2025.
Pencapaian sebagai runner-up di Guadalajara Open 2025 membuktikan kemampuan mereka bersaing di level tertinggi tenis ganda putri. Mereka memiliki chemistry yang kuat di lapangan.
Musim ini, duet Aldila/Olmos mengawali kiprahnya di Hobart International, namun langkah mereka harus terhenti di babak perempat final ajang WTA 250 tersebut.
Dengan pengalaman dan chemistry yang semakin terjalin, Aldila dan Olmos optimis. Mereka siap memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil positif di Ostrava Open.
Sumber: AntaraNews